SENIN, 12 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik D...

Bisnis

Indomobil EMotor Optimis Penjualan Motor Listrik Dua Kali Lipat di 2026, Tanpa Insentif Sekalipun

Tanpa mengandalkan insentif pemerintah, PT Indomobil EMotor Internasional optimis penjualan motor listrik nasional bisa dua kali lipat tahun ini, didorong ekosistem yang makin matang dan ancaman lonjakan harga BBM.

Dua kali lipat. Target itu bukan isapan jempol dari PT Indomobil EMotor Internasional, anak usaha Indomobil Group yang fokus di segmen sepeda motor listrik.

Tanpa insentif pemerintah sekalipun, manajemen perusahaan meyakini penjualan motor listrik nasional di 2026 bisa menggandakan pencapaian sepanjang 2025. Keyakinan ini bukan sekadar optimisme di atas kertas.

Pius Wirawan, CEO PT Indomobil EMotor Internasional, menyebut setidaknya ada dua hal yang mendorong proyeksi tersebut. Pertama, potensi kenaikan harga BBM imbas ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kian memanas. Kedua, ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dinilai sudah cukup matang untuk berdiri sendiri, terbukti dari keunggulan efisiensi energi dan nilai ramah lingkungan yang semakin diakui konsumen.

"Salah satu faktor (potensi peningkatan harga BBM) iya. Tapi bukan faktor utamanya karena mostly masyarakat sudah memperhatikan produk motor listrik dari jauh-jauh hari. Untuk 2026 peningkatannya bisa dibilang 2 kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," ungkap Pius kepada Kontan, Selasa (7/4/2026).

Pernyataan itu agaknya mencerminkan pergeseran nyata di pasar. Konsumen tidak lagi butuh disuap subsidi untuk melirik motor listrik. Efisiensi energi sudah cukup jadi argumen yang berdiri sendiri. Pertanyaannya: apakah infrastruktur pengisian daya dan jaringan purna jual bisa secepat laju permintaannya? Itu yang masih perlu dibuktikan di lapangan.