KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  IKK Mei 2026 Tetap di Zona Hijau, Jatim Bahkan Ung...

Ekonomi

IKK Mei 2026 Tetap di Zona Hijau, Jatim Bahkan Ungguli Nasional

Indeks Keyakinan Konsumen nasional tercatat 120,9 pada Mei 2026, sedikit turun dari 123,0 di April. Di Jawa Timur, angkanya justru melampaui rerata nasional di level 122,6.

Keyakinan konsumen Mei 2026 bertahan di zona optimistis

Keyakinan konsumen Indonesia belum beranjak dari zona optimistis. Survei Bank Indonesia untuk Mei 2026 mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) nasional di angka 120,9, di atas ambang psikologis 100 yang memisahkan optimisme dari pesimisme, meski agak tergerus dibanding April yang sempat menyentuh 123,0.

Jawa Timur menjadi potret yang menarik. IKK provinsi ini tercatat 122,6, melampaui rata-rata nasional, dengan seluruh kota pantauan yakni Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember kompak melaporkan keyakinan konsumen yang solid. "Keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi Jawa Timur tetap kuat," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim di Surabaya.

Dua pilar penopang IKK Jatim: Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) sebesar 116,2 dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di level 129. Keduanya memang tergerus dari posisi April yang masing-masing tercatat 120,9 dan 131,5, tapi masih kuat. IKE ditopang tiga komponen, eh, tiga hal: penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Dibaca bersama-sama, angka itu menggambarkan masyarakat yang masih mau belanja dan merasa punya cukup ruang fiskal untuk melakukannya.

Dari sisi keuangan rumah tangga, porsi terbesar pendapatan masyarakat Jatim masih lari ke konsumsi: 70,1 persen. Sisanya? Cicilan 11,7 persen, tabungan 18,1 persen. Komposisi ini agaknya cermin ekonomi yang masih berputar di sektor konsumsi, bukan akumulasi.

Ibrahim mengingatkan satu variabel yang belum selesai: eskalasi konflik di Timur Tengah. Bisa jadi tekanan dari sana belum sepenuhnya masuk ke ekspektasi konsumen bulan ini, tapi potensinya menggerus optimisme tidak bisa diabaikan.

Tren koreksi IKK dua bulan terakhir bukan alarm. Tapi sinyal yang patut diperhatikan, setidaknya bagi siapa saja yang mengikuti data konsumsi rumah tangga sebagai kontributor terbesar PDB. Selama angka bertahan jauh di atas 100, fondasi konsumsi masih ada. Pertanyaannya: sampai kapan gejolak global dibiarkan mengetuk pintu tanpa benar-benar masuk?