IHSG menyerah di sesi pertama Rabu (17/6/2026), tergelincir 52,49 poin atau 0,84% ke level 6.202,46. Tekanan datang dari mana-mana: sektor perindustrian ambrol 2%, energi melemah 1,87%, transportasi tergerus 1,63%, sektor barang baku ikut terseret 1,11%, dan keuangan terkoreksi 1,09%. Satu-satunya yang masih bisa berdiri tegak adalah barang konsumsi primer, naik tipis 0,35%.
Sepanjang sesi, IHSG menjelajahi kisaran 6.200 hingga 6.377 sebelum parkir di zona merah. Tercatat 394 saham diperdagangkan menurun, melampaui 275 saham yang masih menguat. Volume cukup deras: 22,06 miliar lembar saham berpindah tangan senilai Rp 16,31 triliun dalam 1.577.131 transaksi.
Di tengah kepanikan itu, ada warna-warni yang agak mengejutkan. Lima saham justru mentok batas auto rejection atas (ARA) dan masuk jajaran top gainers, termasuk DATA. Bukan hal baru sebenarnya, di sesi volatile, selalu ada yang memanfaatkan momentum untuk aksi beli selektif ketika mayoritas pasar rontok.
Katalis dari luar jelas terasa. Wall Street semalam berakhir compang-camping, buntut tekanan pada saham-saham teknologi kelas berat. Nasdaq 100 dihajar hingga 1,9%, S&P 500 terkoreksi 0,6%, dan indeks Semikonduktor Philadelphia (SOX) terjun bebas 5,7%. Yield Treasury 10-tahun Amerika bergerak di kisaran 4,43%, level yang agaknya masih cukup membebani selera risiko investor global.
Bursa Asia pun tidak satu suara. Straits Times Singapura melonjak 1,53% dan Nikkei Jepang naik 0,74%. Shanghai terkoreksi 0,31%, Hang Seng Hong Kong turun 0,36%. IHSG senasib dengan keduanya.
Rebound belum tutup buku. "Secara teknikal, momentum rebound masih terjaga selama IHSG bertahan di atas support 6.071-5.931, dengan potensi melanjutkan penguatan menuju resistance 6.300-6.360," kata Reza Diofanda, Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas, dalam risetnya hari ini.
Garis 6.071 itu kini jadi taruhan. Dengan IHSG bertengger di 6.202, jarak ke support tidak terlalu jauh. Kalau tekanan dari Wall Street berlanjut malam ini, sesi Kamis bisa jadi ujian sesungguhnya bagi buyer yang masih bertahan di garis pertahanan itu. Pertanyaannya: berapa lama mereka sanggup menahan?