KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  IHSG Rebound ke 6.162 Usai Delapan Hari Ambruk, Ko...

Bisnis

IHSG Rebound ke 6.162 Usai Delapan Hari Ambruk, Komoditas Jadi Penyelamat

IHSG berhasil bangkit 1,10% ke level 6.162 di penghujung pekan, ditopang reli saham energi dan material dasar yang melonjak tajam. Tapi ujian sesungguhnya baru dimulai pekan ini.

IHSG Tiba-tiba Bangkit ke Level 6.100, Apa Penyebabnya?

Delapan hari berturut-turut IHSG terseret ke bawah. Jumat (22/5), indeks akhirnya menemukan napas.

Indeks Harga Saham Gabungan ditutup menguat 1,10% ke posisi 6.162,04, memungkasi pekan yang panjang dan melelahkan. Perjalanan hari itu tidak mulus: indeks sempat menyentuh 5.966 di sesi awal sebelum berbalik arah dan mengakhiri perdagangan di zona hijau. Pemulihan yang lumayan dramatis, kalau boleh jujur.

Motor kebangkitan ini bukan perbankan atau konsumer. Komoditas yang ambil alih. Sektor energi melonjak 6,85 persen, basic materials terkerek 4,84 persen dalam sehari. Keduanya tersulut rumor di pasar soal kemungkinan penundaan implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis lainnya yang dikendalikan negara, mundur hingga 1 Januari 2027. Pasar membacanya sebagai ruang napas lebih panjang bagi eksportir domestik maupun pembeli luar negeri untuk menyesuaikan diri. Saham-saham berbasis komoditas pun kembali diburu.

"Hampir seluruh sektor ditutup di zona hijau, kecuali sektor finansial yang terkoreksi 0,38 persen," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya. Di hari kebangkitan IHSG sekalipun, bank-bank besar belum ikut pesta.

Dari sisi breadth pasar, gambarnya cukup meyakinkan. Sebanyak 466 saham bergerak naik berbanding 271 yang melemah. Nilai transaksi mencapai Rp21,54 triliun dari 37,88 juta saham yang berpindah tangan sebanyak 1,94 juta kali. DFAM, PBSA, CTBN, TALF, dan MDKA masuk jajaran top gainers hari itu.

Tapi rebound satu hari tidak otomatis berarti tren berbalik. Apakah penguatan ini punya kaki?

Kontan mencatat arus masuk dana asing ke pasar domestik belum menunjukkan pemulihan berarti. Pasar saham Indonesia masih belum cukup menarik di mata investor luar untuk memicu inflow yang lebih deras. Bukan sinyal kecil. Tanpa partisipasi asing yang lebih masif, reli berbasis rumor kebijakan komoditas agaknya hanya akan bertahan selama sentimennya masih hangat, setidaknya itu yang bisa dibaca dari data sejauh ini.

Pekan ini, kekuatan IHSG benar-benar diuji. Level 6.162 yang baru saja direbut bisa jadi batu pijakan, bisa juga sekadar tempat persinggahan sebelum tekanan jual kembali datang.