Selasa pagi ini pasar memberi kejutan. IHSG dibuka naik 82,62 poin atau 1,35% ke level 6.210 pada sesi pertama 2 Juni 2026, bergerak di rentang 6.197 hingga 6.219. Dua saham andalan Prajogo Pangestu langsung tancap gas dan memuncaki daftar top gainers.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) paling mencolok: naik 20,3% ke Rp 3.970 di menit-menit awal perdagangan. Tidak kalah agresif, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melesat 15,87% ke Rp 730. Entah kebetulan atau tidak, keduanya kompak bergerak searah di saat sebagian besar indeks regional justru memerah.
Data RTI mencatat sekitar 1,22 miliar saham sudah berpindah tangan di awal sesi, dengan nilai transaksi Rp 1,26 triliun dan frekuensi 100.110 kali. Sebanyak 270 saham menguat, 194 terkoreksi, 243 stagnan. Tekanan jual belum sepenuhnya reda, tapi buying interest di saham-saham tertentu jelas terasa.
Beberapa nama lain juga ikut terbang. PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) melejit 14,29% ke Rp 104, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menguat 10,77% ke Rp 545, dan PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 9,09% ke Rp 144.
Meski pembukaan gegap gempita, Reliance Sekuritas justru memasang catatan hati-hati. Candle terakhir IHSG membentuk pola white spinning top, sebuah reversal pattern, dengan posisi di bawah MA5 dan indikator Stochastic yang dead cross di area deep oversold. "Dengan demikian, IHSG hari ini akan mengalami pelemahan," tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya. Broker ini memproyeksikan support di 6.064 dan resistance di 6.188, dengan saham pilihan meliputi ENRG, AMMN, HMSP, dan RAJA.
Konteks regionalnya pun tidak terlalu kondusif. Nikkei 225 tergerus 0,47%, Kospi terkoreksi 0,23%. Penguatan IHSG pagi ini lebih bersifat selektif, didorong aksi beli pada saham-saham tertentu, bukan sentimen global yang membaik.
Lonjakan BREN dan CUAN ini layak dicermati. Kenaikan lebih dari 15% dalam hitungan menit adalah sinyal yang biasanya menarik perhatian banyak pihak, termasuk mereka yang mungkin sudah nyangkut di harga lebih tinggi dan berharap ada pintu keluar. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai indikasi awal, dua saham jumbo milik Prajogo ini agaknya tengah jadi medan tarung tersendiri pagi ini.