KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Meng...

Bisnis

IHSG Ambles 8,35% Sepekan, Kapitalisasi Pasar Menguap Rp 1.190 T

Saham-saham grup Prajogo Pangestu dan Sinar Mas jadi pemberat utama IHSG yang terkoreksi tajam sepanjang 18–22 Mei 2026, meski Jumat sore indeks berhasil rebound ke 6.162.

IHSG Anjlok 8,35 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut Rp 1.190 T

Sepanjang pekan 18-22 Mei 2026, IHSG dihajar tekanan yang tidak ringan. Indeks amblas 561,28 poin atau 8,35 persen, parkir di level 6.162,05 pada penutupan Jumat, setelah sempat menyentuh titik nadir 5.966 di awal sesi. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia ikut tergerus sekitar 10 persen, setara Rp 1.190 triliun, dari Rp 11.825 triliun menjadi Rp 10.635 triliun dalam lima hari.

Bukan angka yang bisa diabaikan.

Tiga dari lima saham penekan terbesar IHSG pekan ini berasal dari satu nama: Prajogo Pangestu. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin daftar laggard setelah sahamnya ambles 53,49 persen dan memangkas 47,55 poin dari indeks. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 23,44 persen, menekan 27,67 poin. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 22,84 persen, kontribusi negatif 26,72 poin. Satu lagi dari Grup Sinar Mas lewat PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 47,34 persen dan menekan 43,21 poin indeks, serta PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang terkoreksi 21,62 persen.

Tekanan asing ikut memperparah kondisi. Khusus Jumat, investor asing membukukan net sell Rp 1,06 triliun. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi target jual terbesar senilai Rp 322 miliar, disusul PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 288 miliar. Secara kumulatif sepanjang pekan, net sell asing mencapai Rp 807,7 miliar, membawa total jual bersih asing sejak awal 2026 ke angka Rp 40,82 triliun.

Likuiditas justru terbilang tinggi. Rata-rata nilai transaksi harian mencapai Rp 18,82 triliun, meski turun 18,4 persen dibanding pekan sebelumnya. Total volume transaksi selama sepekan menembus 40,29 miliar saham dengan nilai Rp 21,56 triliun dan frekuensi 1,97 juta kali transaksi. Pasar ramai, tapi bukan ramai yang menyenangkan.

Saat asing serempak keluar dari saham perbankan dan konglomerasi, ada arus masuk ke saham berbasis komoditas. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) jadi incaran utama dengan net buy asing Rp 174 miliar. PT Timah Tbk (TINS) menyusul Rp 81 miliar, diikuti PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Rp 73 miliar. Agaknya ada repositioning yang sedang berlangsung, bukan sekadar pelarian modal. Pertanyaannya, berapa lama rotasi ini bertahan?

Jumat sore menjadi semacam titik napas. IHSG berhasil rebound 1,10 persen atau 67 poin ke 6.162, dengan 449 saham ditutup menguat dan 251 yang masih tertekan. Sektor basic materials memimpin penguatan harian, melesat 6,85 persen, disusul energi dengan kenaikan 4,84 persen. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut penguatan kedua sektor ini dipicu beredarnya rumor bahwa pemerintah akan menunda implementasi penuh kebijakan ekspor batu bara dan komoditas strategis hingga 1 Januari 2027. "Penundaan ini dinilai memberikan periode transisi yang lebih panjang bagi eksportir dan pembeli internasional untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan tersebut," ujar Alrich. Sektor keuangan satu-satunya yang masih merah, turun 0,28 persen.

Dari Istana Negara, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengirimkan sinyal percaya diri. Ia menilai banyak saham saat ini diperdagangkan di bawah nilai wajarnya dan meyakini pemulihan tinggal menunggu waktu. "Kalau ekonominya bagus, profitability-nya juga meningkat," kata Purbaya. Ia bahkan berani menyebut, secara teknikal, pasar berpotensi lari kencang pekan depan. "Kalau dilihat dari teknikalnya, minggu depan sudah lari kencang," tuturnya. Klaim yang, kalau boleh jujur, masih perlu dibuktikan oleh pergerakan indeks itu sendiri.