Setelah menjadi produsen pertama di dunia yang meluncurkan smartphone lipat tiga secara komersial lewat Mate XT Ultimate pada 2024, Huawei agaknya belum puas berhenti di situ.
Dokumen paten terbaru yang dibocorkan akun xleaks7 bersama PostFast memperlihatkan konsep ponsel tri-fold dengan pendekatan yang sama sekali berbeda: orientasi vertikal, bukan horizontal seperti Mate XT Ultimate. Saat dibuka penuh, perangkat ini berbentuk menyerupai huruf "S", dengan dua engsel yang memungkinkan layar dilipat menjadi tiga segmen, lebih ringkas dari smartphone konvensional sekalipun.
Ini bukan sekadar variasi desain. Kalau Mate XT Ultimate dirancang untuk tampil lebar bak tablet dengan layar 10,2 inci, konsep baru ini justru bergerak ke arah sebaliknya, menekankan ergonomi dan portabilitas. Ketika dilipat penuh, ukurannya menyusut hingga sekitar sepertiga dari bentang utuh. Cukup ringkas untuk masuk saku celana.
Target penggunanya pun berbeda. Panel memanjang saat terbuka lebih cocok untuk scrolling, menonton video vertikal, membaca, atau multitasking ringan, bukan untuk membuka spreadsheet atau film layar lebar. Desain ini, entah kebetulan atau tidak, lebih mencerminkan perilaku mayoritas pengguna smartphone masa kini yang menghabiskan waktu di konten vertikal.
Tantangan teknisnya tidak kecil. Dua engsel, tiga lapisan bodi, dan posisi antena harus bekerja dengan presisi tinggi agar perangkat tetap fungsional di setiap posisi lipatan. Huawei tampaknya sudah mengantisipasi masalah ini: paten tersebut menyebut adanya pelindung khusus yang dirancang untuk menjaga stabilitas sinyal ketika perangkat berada dalam posisi terlipat. Solusi atas salah satu kelemahan struktural yang kerap menghantui perangkat lipat kompleks.
Sejumlah spekulasi menyebut perangkat ini berpotensi masuk ke lini Huawei Pura, meski belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan. Wajar, karena status paten memang belum menjamin produksi massal. Banyak inovasi teknologi yang kandas di tahap konsep, tergerus oleh kalkulasi biaya atau daya tarik pasar yang belum matang. Pertanyaannya, apakah konsep seringkas ini cukup meyakinkan untuk melewati ruang rapat para eksekutif Huawei?
Tapi jika akhirnya terwujud, kategori baru bisa terbuka di industri smartphone premium. Persaingan di segmen lipat kini bukan lagi soal siapa yang bisa membuat layar paling lebar, melainkan siapa yang bisa membuat desain lipat yang paling masuk akal untuk dipakai setiap hari. Dan di sinilah Huawei sedang bermain.