MINGGU, 18 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  HPE Emas RI Turun 1,43% di Awal Juni, Profit-Takin...

Bisnis

HPE Emas RI Turun 1,43% di Awal Juni, Profit-Taking Jadi Pemicu

Kemendag memangkas Harga Patokan Ekspor emas periode 1-14 Juni 2026 menjadi US$ 148.396,49 per kilogram, turun dari US$ 150.555,29 di pertengahan Mei lalu. Pergeseran selera investor ke aset berbasis imbal hasil dan gelombang aksi ambil untung jadi faktor utama.

Harga Patokan Ekspor Emas RI Turun!

Harga Patokan Ekspor emas resmi dipangkas untuk paruh pertama Juni 2026. Kementerian Perdagangan menetapkan HPE emas di level US$148.396,49 per kilogram, turun 1,43% dari US$150.555,29 yang berlaku pada periode kedua Mei 2026. Harga Referensi ikut tergerus, dari US$4.682,80 menjadi US$4.615,65 per troy ounce.

Kebijakan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1416 Tahun 2026, berlaku 1 hingga 14 Juni 2026. Penetapannya bukan keputusan satu meja. Proses koordinasi melibatkan Kemenko Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian, dengan referensi harga utama dari publikasi London Bullion Market Association.

Apa yang mendorong koreksi ini? Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana menunjuk pergeseran preferensi investor sebagai biang keroknya. Instrumen berbasis imbal hasil kini lebih seksi ketimbang emas yang sifatnya non-yielding asset, sehingga tekanan jual di pasar fisik maupun kontrak berjangka pun menguat. "Selain dipengaruhi pergeseran preferensi investor ke instrumen berbasis imbal hasil, pasar emas memasuki fase konsolidasi yang mendorong terjadinya aksi ambil untung. Arah kebijakan moneter global dan prospek ekonomi dunia turut memengaruhi pergerakan harga emas internasional," ujar Tommy dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).

Bagi pelaku industri, HPE bukan sekadar angka administratif. Bea keluar yang dikenakan atas ekspor produk pertambangan dihitung berdasarkan patokan ini. Artinya, penurunan HPE langsung memangkas beban ekspor para eksportir emas dalam negeri. Lumayan, setidaknya di saat harga global sedang melunak.

Rally emas yang berlangsung agresif sepanjang kuartal pertama dan sebagian besar kuartal kedua 2026 tampak kehabisan napas. Profit-taking di level tinggi memang lazim terjadi, bak gayung bersambut setiap kali harga menyentuh puncak. Tapi pertanyaannya: apakah ini sekadar jeda sebelum leg berikutnya, atau sinyal pembalikan yang lebih serius? Data HPE pertengahan Juni nanti bisa jadi petunjuk awal.