Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tak mampu bertahan di atas Rp50.000 per gram. Setelah rebound ke Rp50.200 per gram pada Jumat (22/5), harga perak Antam langsung berbalik pada Sabtu (23/5), ambles Rp650 ke level Rp49.550 per gram.
Volatilitas sepekan ini cukup mencolok. Kamis (21/5), perak Antam melonjak Rp1.150 ke Rp49.800 per gram. Keesokan harinya naik lagi Rp400 ke Rp50.200. Kenaikan itu ternyata sesaat. Bisa jadi ini cerminan ketidakpastian di pasar komoditas global yang belum benar-benar reda.
Tekanan datang dari luar. Perak dunia melemah 1,52% ke US$75,39 per ons troy, dan pergerakan itu langsung menular ke harga domestik Antam. Pola klasik. Perak lokal memang kerap bergerak beriringan dengan spot global, hanya selisih waktu dan transmisinya yang kadang bikin investor ritel sedikit kaget.
Untuk ukuran batangan, harga dasar perak murni 250 gram pada Sabtu ini dipatok Rp12.787.500, atau Rp14.194.125 setelah PPN 11%. Varian 500 gram dibanderol Rp24.775.000, dengan harga inklusif pajak Rp27.500.250. Bagi yang melirik lini Heritage, perak Antam Heritage 31,1 gram diganjar Rp2.088.811, atau Rp2.318.580 dengan pajak. Ukuran 186,6 gram? Rp11.411.326 sebelum pajak, Rp12.666.572 setelahnya.
Sepanjang pekan ini, perak Antam bergerak di kisaran Rp49.150 hingga Rp50.200 per gram. Rentang yang agaknya cukup lebar untuk komoditas yang kerap disebut "adik" emas. Angka ini patut dicermati mereka yang tengah mengakumulasi posisi secara bertahap. Apakah ini koreksi teknikal sementara, atau awal tren turun yang lebih panjang? Entah kebetulan atau tidak, pertanyaan serupa sudah menggantung sejak perak menembus Rp50.000 pertama kali pekan lalu.