Senin pagi ini, tiga nama besar di pasar emas perhiasan Indonesia kompak stagnan. Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas dari CMK Group sama-sama tidak bergerak dibanding hari sebelumnya.
Selisihnya lumayan mencolok untuk kelas 24 karat. Raja Emas mematok Rp2.175.000 per gram, sedangkan Laku Emas berada di Rp2.279.000 per gram. Rp100.000 lebih mahal per gram. Bagi yang beli satu-dua gram, mungkin tak terasa. Bagi yang borong dalam jumlah besar, angka itu beda cerita.
HRTA tidak main di segmen 24 karat. Lini paling atas yang mereka tawarkan hari ini justru 22 karat, dipatok Rp2.538.000 per gram, angka yang melampaui 24 karat kedua platform lainnya. Wajar, produk HRTA membawa ongkos desain dan pengerjaan yang tidak kecil, berbeda dari emas batangan yang hanya dihitung kadar logamnya.
Di segmen tengah, persaingan lebih ketat. Emas 21 karat Raja Emas ada di Rp1.815.000 per gram, Laku Emas mematok Rp1.803.000 untuk kadar yang sama. Tipis, tapi nyata.
Stabilnya harga hari ini agaknya mencerminkan posisi emas global yang juga sedang menahan napas. Kombinasi ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed, tekanan geopolitik yang belum mereda, dan fluktuasi dolar AS ikut memengaruhi daya beli emas di pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Pertanyaannya, berapa lama kondisi stagnan ini bertahan?
Ada sinyal permintaan yang menarik dari Aceh. Warga Kota Langsa dilaporkan menyerbu toko emas setelah dana bantuan korban banjir mulai cair. Bisa jadi kebetulan, bisa jadi bukan. Pola lama ini sudah familier: sebagian masyarakat Indonesia masih menjadikan emas perhiasan sebagai instrumen simpanan paling intuitif ketika ada uang masuk mendadak. Mudah dibeli, mudah dijual, tidak perlu rekening investasi.
Untuk pembeli yang melirik kadar rendah, Raja Emas menawarkan 12 karat di Rp1.038.000 per gram, Laku Emas di Rp1.022.000. HRTA bermain di ceruk berbeda, dengan kadar terendah di 6 karat, Rp1.031.000 per gram.
Selama harga masih parkir di level ini, ada waktu untuk membandingkan. Selisih antar platform nyata adanya, dan dalam transaksi perhiasan, itu cukup untuk jadi pertimbangan serius.