Harga emas batangan pecahan kecil dari empat penyedia utama bergerak tidak searah pada Sabtu, 18 Juli 2026. BSI, Emasku (HRTA), Lotus Archi, dan Minigold masing-masing mencatat angka yang berbeda, cermin dari struktur biaya dan margin tiap platform, bukan sekadar respons atas pergerakan harga emas dunia.
Dari sisi harga beli, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI mencatat level tertinggi di Rp 2.555.000 per gram, dengan harga jual kembali di Rp 2.430.000. Spread sekitar Rp 125.000 ini agaknya masih dalam rentang wajar untuk instrumen ritel berbasis syariah. Minigold mengikuti di posisi hampir setara, harga 1 gram stabil di Rp 2.550.000, sedangkan buyback bertahan di Rp 2.275.000 per gram.
Emasku dari PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) naik tipis Rp 8.000 menjadi Rp 2.421.000 per gram. Harga buyback Emasku tercatat di Rp 2.300.000. Berkebalikan, emas Lotus Archi pecahan 1 gram tergerus Rp 8.000 ke level Rp 2.484.000, dengan buyback yang juga amblas Rp 5.000 menjadi Rp 2.310.000 per gram.
Untuk pecahan di bawah 1 gram, selisih harga antar penyedia cukup mencolok. Emasku pecahan 0,1 gram dibanderol Rp 308.500, sedangkan Lotus Archi untuk ukuran yang sama lebih mahal di Rp 332.000. Minigold menawarkan Rp 284.200 untuk ukuran 0,1 gram, paling terjangkau di kelas ini. Pada pecahan 0,5 gram, Minigold tercatat di Rp 1.312.000, sedikit lebih tinggi dari Emasku yang ada di Rp 1.265.500.
Tren emas pecahan kecil bukan fenomena baru. Tapi traksinya kian terasa belakangan ini, terutama di kalangan investor ritel yang baru masuk pasar logam mulia. Dua alasan sederhana: modal awal lebih ringan, dan likuidasi lebih fleksibel karena investor tak perlu melepas kepemilikan sekaligus dalam jumlah jumbo. Bisa jadi itulah yang mendorong volume transaksi emas ritel terus merangkak.
Pertanyaannya, penyedia mana yang paling efisien? Spread BSI yang Rp 125.000 per gram jauh lebih ketat dibanding Minigold yang mendekati Rp 275.000, angka yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya sebagai patokan jangka panjang. Investor yang cermat perlu membandingkan harga beli sekaligus spread buyback, karena di sanalah potensi kerugian tersembunyi sering bersarang.