SABTU, 19 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Ekonomi  ›  GOTO Jadi Beban, IHSG Senin Hanya Mampu Naik Tipis

Ekonomi

GOTO Jadi Beban, IHSG Senin Hanya Mampu Naik Tipis

IHSG berhasil finish di zona hijau dengan kenaikan 15,15 poin ke 6.971,95, meski perjalanannya tidak semulus pembukaannya. Perpres batas potongan aplikator bikin GOTO tersungkur dan menekan penguatan indeks.

Sempat menyentuh 7.069 di sesi pembukaan, IHSG akhirnya tutup naik cuma 15,15 poin atau 0,22 persen ke level 6.971,95 pada Senin (4/5). Sesi II langsung meredup. Momentum awal tersedot aksi jual di sejumlah saham, paling kentara di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Pemicunya spesifik. Pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang membatasi potongan aplikator maksimal 8 persen. Bagi pemegang saham GOTO, regulasi ini ibarat rem mendadak. Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengatakan kebijakan itu memicu kecemasan investor akan prospek fundamental GOTO karena dinilai dapat menurunkan pendapatan dan marjin perusahaan.

Bukan kekhawatiran yang berlebihan.

Sepekan sebelumnya, IHSG sudah rontok 2,42 persen dan parkir di 6.956,80, dihajar tekanan dari saham blue chip seperti PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Penguatan Senin ini agaknya lebih bersifat technical rebound ketimbang sinyal pemulihan yang meyakinkan. Entah kebetulan atau tidak, kenaikannya pun tidak cukup untuk menutup gap kerugian mingguan itu.

Bursa Asia ditutup menguat Senin sore, memberi sedikit angin bagi pasar domestik. Wall Street pekan lalu bergerak campur aduk, meski S&P 500 sempat mencetak rekor tertinggi baru, setelah harga minyak mentah Brent dan WTI keduanya melemah.

Negosiasi AS-Iran jadi perhatian investor global pekan ini. Iran dikabarkan telah mengirimkan proposal perdamaian terbaru ke Washington, tapi Presiden Trump terang-terangan menyatakan tak puas dengan tawaran itu. Bagi pasar energi, ini variabel yang bisa menentukan arah minyak dan ujung-ujungnya menarik-ulur sentimen komoditas di bursa domestik. Pertanyaannya, berapa lama ketidakpastian ini bertahan sebelum pasar benar-benar bereaksi lebih keras?

Rilis sejumlah data ekonomi Indonesia yang dijadwalkan pekan ini akan jadi penguji berikutnya. Kalau datanya solid, IHSG punya alasan untuk bertahan di atas 6.950. Kalau sebaliknya, level support itu bisa kembali diuji. Sederhana, tapi itulah taruhan sesi-sesi ke depan.

BBCA, yang sempat tertekan pekan lalu, tercatat menguat Rp175 ke Rp6.075 pada perdagangan Senin. Satu sesi, satu sinyal kecil. Belum cukup untuk menyimpulkan apa pun.