JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Google Home Speaker Meluncur 25 Juni, Nest Pensiun...

Tekno

Google Home Speaker Meluncur 25 Juni, Nest Pensiun dan Gemini Ambil Alih

Google resmi memensiunkan Nest Audio dan Nest Mini, menggantinya dengan Google Home Speaker seharga USD 99,99 yang ditenagai Gemini dan menawarkan audio 360 derajat dari driver 58mm.

Speaker Google Home baru memiliki audio 360 derajat dan integrasi yang lebih dalam dengan Gemini

Google mengambil langkah yang cukup berani pekan ini: memensiunkan dua produk sekaligus. Nest Audio yang baru berumur lima tahun dan Nest Mini yang lebih lawas resmi dihentikan produksinya, digantikan satu produk tunggal bernama Google Home Speaker yang sudah bisa dipesan mulai hari ini dan mulai dikirim 25 Juni 2026.

Harganya USD 99,99, atau sekitar Rp1,6 juta dengan kurs saat ini. Bukan angka murah, tapi bukan juga kategori premium.

Yang lebih menarik bukan semata soal produk barunya, melainkan konsekuensi strategisnya. Google kini hanya punya satu speaker pintar di pasar. Satu. Strategi lini produk yang selama ini tersebar di segmen harga beragam kini diciutkan menjadi satu titik, mirip pendekatan yang pernah dilakukan Apple dengan HomePod. Keputusan berani atau terlalu berisiko? Agaknya baru akan terjawab setelah beberapa kuartal.

Secara fisik, Google Home Speaker terasa seperti langkah mundur dalam ukuran tapi maju dalam klaim performa. Dimensinya hanya 3,4 x 4,2 inci dengan bobot 0,9 pon, lebih ringkas dibanding Nest Audio. Google bersikukuh bahwa driver full-range 58mm yang digunakan menghasilkan suara omni-directional 360 derajat yang lebih memuaskan ketimbang konfigurasi woofer 75mm plus tweeter 19mm di Nest Audio. Klaim yang masih perlu dibuktikan oleh telinga pengguna langsung, kalau data spesifikasi di atas kertas ini bisa dipercaya sepenuhnya.

Satu fitur yang cukup menarik perhatian: dipasangkan dengan Google TV Streamer, speaker ini bisa bekerja dalam mode stereo untuk pengalaman menonton film. Jadi bukan sekadar speaker berdiri sendiri di sudut ruangan.

Dari sisi hardware, spesifikasinya cukup layak untuk kelas ini. Prosesor quad-core A55 2.0 GHz dengan NPU, RAM 1GB LPDDR4, penyimpanan 4GB, tiga mikrofon far-field, Wi-Fi 6, dan Bluetooth 5.4. Adaptor dayanya USB Type-C 30W. Bodinya dibalut material "custom 3D-knit textile" dari bahan daur ulang, tersedia dalam empat warna: Hazel, Porcelain, Jade, dan Berry. Khusus Jade dan Berry, hanya untuk pasar Amerika Serikat.

Satu perubahan desain yang cukup subtle tapi fungsional: Google memindahkan indikator cahaya dari balik mesh ke cincin LED di dasar speaker. Hasilnya lebih informatif secara visual saat speaker sedang mendengarkan, memproses, atau merespons.

Tapi daya jual utama speaker ini bukan soal kain rajutannya. Gemini-lah yang menjadi alasan sesungguhnya produk ini ada.

Dibandingkan Google Assistant yang kerap dikritik karena kaku dan terbatas pada perintah satu langkah, Gemini menjanjikan sesuatu yang berbeda. Pengguna bisa memberikan perintah multi-langkah dalam satu kalimat, misalnya meredupkan lampu, memutar musik, dan mengatur timer sekaligus. Lebih jauh, asisten ini diklaim mampu belajar menyesuaikan diri dengan nada suara, kosakata, dan aksen masing-masing pengguna. Fitur Voice Match yang mengenali suara tiap anggota keluarga tetap dipertahankan.

Untuk pengalaman "potensi penuh", Google menyaratkan langganan Google Home Premium. Paket standar sudah menyertakan Gemini Live, yang menawarkan percakapan lebih bebas layaknya chatbot plus kemampuan otomatisasi yang ditingkatkan. Paket premium membuka Home Brief berbasis AI yang merangkum rekaman kamera keamanan, notifikasi peringatan cerdas, dan riwayat video rumah. Langganan berlapis semacam ini sudah menjadi norma baru di kategori smart home, entah konsumen menyukainya atau tidak.

Di pasar global, Google Home Speaker bertarung langsung dengan Amazon Echo Studio di atas dan Echo Dot Max di bawahnya. Dari sisi harga, posisinya di tengah-tengah keduanya. Dari sisi asisten suara, Gemini dinilai lebih kapabel dari Alexa dalam banyak skenario penggunaan, setidaknya itu klaim yang beredar sebelum uji pasar sesungguhnya.

Rp2,3 triliun? Bukan. Pertanyaan yang lebih relevan: berapa lama pengguna yang sudah pindah ke Amazon atau Apple mau balik?

Untuk pasar Indonesia, distribusi resminya belum dikonfirmasi secara spesifik. Berdasarkan pola distribusi produk Google sebelumnya, kisaran harga yang realistis berada di antara Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta tergantung distributor dan promo. Konsumen yang tertarik sebaiknya menunggu ketersediaan dari saluran resmi untuk memastikan garansi dan dukungan teknis yang valid.

Nest Audio resmi berlalu. Satu produk tunggal kini menanggung seluruh ambisi Google di pasar smart speaker.