Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, jadi panggung debut Geely Coolray di hadapan konsumen Indonesia akhir pekan lalu. Pilihan venue ini bukan sekadar dramatis secara visual. Ini sinyal jelas soal positioning yang ingin dibangun PT Geely Auto Indonesia: SUV kompak dengan DNA balap, diperkenalkan di lintasan yang sama tempat MotoGP pernah membakar aspal.
Ini mobil bermesin bensin pertama yang dibawa Geely ke pasar Indonesia, di mana portofolio mereka sebelumnya bertumpu pada kendaraan listrik dan PHEV. Keputusan itu bukan tanpa kalkulasi. Infrastruktur pengisian daya masih terkonsentrasi di kota-kota besar, dan itu membuat ICE tetap relevan, terutama untuk konsumen di luar Jawa. "Itu sebabnya kenapa Geely masih confidence bahwa ICE ini tetap masih akan menjadi pilihan kebutuhan kendaraan harian," kata Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia.
Dapur pacunya lumayan garang untuk kelas ini. Mesin bensin DOHC 1.5 liter Inline-4 Turbocharged dengan penggerak roda depan menghasilkan tenaga 174 PS dan torsi 290 Nm, disalurkan lewat transmisi 7-speed Wet Dual Clutch Transmission. Akselerasi 0-100 km/jam diklaim selesai dalam 7,6 detik, kecepatan puncak 200 km/jam. Angka yang cukup untuk bikin beberapa rival Jepang di segmen ini perlu waspada.
Bicara soal rival, Coolray langsung masuk gelanggang yang sudah padat: Honda HR-V, Toyota Yaris Cross, Mitsubishi XForce, Suzuki Grand Vitara, sampai Hyundai Creta. Bukan arena yang mudah. Geely agaknya percaya diri, mengingat Coolray diklaim sudah dipercaya lebih dari 1,35 juta pengguna secara global.
Eksteriornya memang berusaha tampil berbeda dari pakem SUV Jepang yang cenderung kalem. Sudut-sudut bumper tajam, spoiler belakang dengan aksen karbon, kaliper rem merah yang kontras dengan pelek 18 inci hitam glossy, plus opsi warna two-tone. Di dalam, ada layar sentuh utama 14,6 inci HD, panel instrumen digital 8,88 inci, panoramic sunroof, lampu ambien 72 warna, wireless charging, dan konektivitas Apple CarPlay serta Android Auto. Joknya semi bucket, yang entah kebetulan atau tidak, pas sekali dengan pilihan Mandalika sebagai tempat perkenalan.
Untuk keselamatan aktif, Coolray datang dengan paket ADAS 10 fungsi, termasuk Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Assist, dan Traffic Jam Assist. Ada pula kamera 540 derajat Panoramic View yang bahkan bisa memantau area bawah kolong sasis. Enam titik airbag mengamankan proteksi pasif. Lengkap, kalau data ini bisa dipercaya.
Soal harga, Herlijoso masih menutupnya rapat. Pengumuman resmi menunggu GIIAS 2026. Sebagai patokan kasar, model kembarannya di Malaysia, Proton X50, dijual mulai 89.800 ringgit atau sekitar Rp 393,3 juta. Coolray tersedia dalam dua varian: Standard dan Flagship, dengan status impor CBU dan volume yang untuk sementara mengikuti animo pasar.
Meski banderol belum terbuka, konsumen yang sudah tertarik bisa memesan di diler Geely terdekat dengan booking fee Rp 5 juta. Pengiriman unit pertama dijadwalkan mulai bulan ini setelah peluncuran resmi di GIIAS. Bagi pasar yang biasanya nunggu harga final baru merogoh dompet, langkah pre-order ini bisa jadi ujian awal seberapa serius minat konsumen terhadap nama Coolray.