Seorang remaja bersenjata ditembak petugas Secret Service di persimpangan 15th Street dan Independence Avenue, Washington DC, Senin (4/5). Gedung Putih masuk status lockdown. Tidak lama, tapi cukup untuk bikin kawasan itu membeku.
Kejadian berlangsung tak lama setelah konvoi kendaraan Wakil Presiden JD Vance melintas di kawasan yang sama, eh, tunggu, em dash. Bukan kebetulan yang mudah diabaikan, meski Wakil Direktur Secret Service Matthew Quinn langsung menegaskan bahwa Vance bukan target dalam insiden ini. Quinn mengaku tidak bisa berspekulasi apakah kejadian ini berkaitan dengan serangkaian upaya pembunuhan terhadap Presiden Donald Trump belakangan ini.
Versi kronologi versi Quinn: petugas yang berpatroli di sekitar kompleks Gedung Putih lebih dulu mencurigai sosok tersebut. Individu itu kemudian kabur dengan berjalan kaki. Saat dikejar dan terjadi kontak, pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan ke arah agen serta petugas Secret Service. Petugas membalas.
Satu orang kena. Itu saja.
Quinn mengonfirmasi korban seorang remaja dengan luka yang tidak mengancam jiwa, meski tetap dilarikan ke rumah sakit. Soal kondisi pelaku, Quinn menolak berkomentar, agaknya memang belum ada yang bisa dikonfirmasi saat itu.
Lewat platform X, Secret Service meminta warga menjauhi area kejadian sementara petugas darurat menangani situasi. Lockdown dicabut setelah kondisi dinyatakan terkendali.
Pertanyaannya sederhana: kebetulan, atau bukan? Timing insiden yang begitu dekat dengan pergerakan Wapres terlalu mencolok untuk diabaikan begitu saja, kalau data ini bisa dipercaya. Tapi Quinn tidak memberi jawaban. Washington, sekali lagi, diingatkan bahwa ancaman bisa muncul dari sudut mana saja.