RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Garasi Menteri Terkaya RI: Enam Mobil Mewah, Total...

Bisnis

Garasi Menteri Terkaya RI: Enam Mobil Mewah, Total Rp 24 Miliar

Harta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyentuh Rp 6,38 triliun per 2025, dengan koleksi enam kendaraan mewah senilai Rp 24 miliar meski jumlah unitnya berkurang dari tahun lalu.

Isi Garasi Menteri Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 6 Triliun

Jumlah mobilnya berkurang satu unit, tapi nilainya justru naik Rp 4,6 miliar. Itulah gambaran singkat isi garasi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, yang kembali dinobatkan sebagai menteri terkaya di Indonesia berdasarkan LHKPN yang disampaikan ke KPK pada 27 Maret 2026 untuk periode 2025.

Total kekayaan Widiyanti tercatat Rp 6,38 triliun, naik 17,47 persen atau sekitar Rp 949 miliar dibanding tahun sebelumnya. Hampir seluruh pos aset menguat, kecuali harta lainnya yang tergerus sekitar Rp 30 miliar. Porsi terbesar kekayaannya tersimpan dalam surat berharga senilai lebih dari Rp 6 triliun. Angka yang tidak main-main.

Aset kendaraan, meski hanya menyumbang Rp 24,1 miliar dari total harta, justru yang paling banyak dibicarakan. Tahun lalu, tujuh unit terdaftar dengan nilai Rp 19,46 miliar. Kini tinggal enam, tapi nilainya terkerek ke Rp 24,1 miliar. Proses "peremajaan" ini bukan sekadar ganti kendaraan, melainkan naik kelas secara cukup drastis.

Yang keluar dari garasi antara lain Toyota Vellfire dan Land Rover, dua nama yang rupanya dianggap kurang prestisius dibandingkan pendatang baru di daftar: Mercedes-Benz G63 tahun 2025 senilai Rp 8,8 miliar. Satu unit itu saja sudah menggeser bobot total secara telak.

Rincian lengkap enam kendaraan yang kini terdaftar: Mercedes-Benz S63 tahun 2014 (Rp 2,33 miliar), Bentley Continental GT tahun 2011 (Rp 2,4 miliar), Bentley Flying Spur W12 tahun 2022 (Rp 4,41 miliar), Lexus LM350H tahun 2024 (Rp 2,5 miliar), Lexus LS500H tahun 2024 (Rp 3,65 miliar), dan Mercedes-Benz G63 tahun 2025 (Rp 8,8 miliar). Seluruhnya tercatat sebagai perolehan sendiri, bukan hibah atau warisan.

Pola koleksinya layak dicermati. Tidak ada satu pun kendaraan di bawah angka miliaran. Merek yang mengisi garasi pun bukan nama-nama yang lazim ditemukan di ruas tol kebanyakan: Mercedes-Benz, Bentley, dan Lexus mendominasi sepenuhnya. Bagi sebagian kalangan, ini bisa dibaca sebagai strategi preservasi nilai aset, mengingat kendaraan premium tertentu punya kurva depresiasi yang lebih landai dibanding mobil massal. Entah kebetulan atau tidak, pola ini persis seperti yang dilakukan koleksi aset kalangan konglomerat senior.

Pertanyaannya, berapa lama daftar ini akan bertahan tanpa perubahan lagi?

Sebagai konteks, aset tanah dan bangunan Widiyanti tercatat Rp 161 miliar, sementara kas dan setara kas mencapai Rp 98,4 miliar. Kendaraan senilai Rp 24 miliar itu, secara proporsional, hanya sekitar 0,37 persen dari total kekayaannya. Kecil di atas kertas. Tapi cukup untuk membuat banyak orang berhenti sejenak saat membaca laporannya.