MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Exciter 155 Vietnam Melompat Dua Generasi, MX King...

Bisnis

Exciter 155 Vietnam Melompat Dua Generasi, MX King Indonesia Menunggu Giliran

Generasi terbaru Exciter 155 VVA resmi mendominasi segmen underbone sport Vietnam dengan mesin 155cc berteknologi VVA, gearbox 6-percepatan, dan fitur TCS-ABS, sementara saudara kembarnya di Indonesia, MX King 150, masih tertinggal beberapa generasi di belakang.

Yamaha MX King Terbaru Hadir di Vietnam, Apa Bedanya Versi Indonesia?

Dua puluh tahun sudah Yamaha Exciter merajai jalan-jalan Vietnam, dan Yamaha agaknya tidak ingin merayakannya dengan cara biasa.

Peluncuran generasi terbaru Exciter 155 VVA hadir dalam empat varian: Standard, Premium, SP, dan Limited, dengan rentang harga VND49,9 juta hingga VND60,9 juta atau sekitar Rp34,3 juta sampai Rp41,8 juta. Tapi yang mencuri perhatian di acara peluncuran bukan keempat varian itu. Yang bikin orang berhenti melangkah adalah unit pajangan edisi spesial bertubuh full carbon fiber dari ujung ke ujung, bersenjatakan knalpot Akrapovic berselubung titanium dan velg biru GP khas Yamaha. Motor itu tidak dijual. Hanya dipamerkan sebagai artefak perayaan ulang tahun ke-20. Langkah teatrikal yang, jujur saja, berhasil.

Kembali ke yang bisa dibeli. Jantung Exciter 155 adalah mesin 155,1cc SOHC 4-klep berpendingin cairan dengan teknologi Variable Valve Actuation, menghasilkan tenaga puncak 18,2 hp di 9.500 rpm dan torsi 14,4 Nm di 8.500 rpm. Gearbox-nya kini 6-percepatan, dilengkapi assist & slipper clutch yang membuat downshift agresif tidak lagi berakhir dengan ban belakang mengunci. Fitur yang selama ini hanya lazim di kelas sport fairing.

Minh Tran, penguji motor independen berbasis di Ho Chi Minh City, menyebut motor ini sangat lincah berkat bobot ringan dan suspensi yang relatif kaku. "Mesin VVA-nya agresif di putaran tinggi, dan sasis yang presisi membuatnya sangat menyenangkan saat menikung," ungkapnya. Soal kenyamanan harian, ia mengakui Winner R mungkin lebih bersahabat. "Namun jika mencari sensasi berkendara murni, Exciter 155 tetap tak tertandingi di kelas underbone sport," tegasnya.

Tangki bensin naik ke 5,4 liter, diklaim cukup untuk 265 kilometer sekali isi. Bandingkan dengan MX King versi Indonesia yang cuma 4,2 liter. Panel instrumen LCD full-digital terhubung ke smartphone via aplikasi Y-On, menampilkan notifikasi pesan dan telepon langsung di layar. Smart Key sudah standar. Varian tertinggi mendapat ABS di roda depan sekaligus Traction Control System.

Pesaing terdekat, Honda Winner R, dibanderol lebih terjangkau mulai VND46,36 juta hingga VND50,76 juta, setara Rp31,8 juta sampai Rp34,9 juta. Di atas kertas dan di atas aspal, Exciter 155 mengungguli dari hampir semua sudut performa. Beda segmen rasa, meski kelas sama.

Nah, di sinilah ceritanya mulai menyakitkan bagi konsumen Indonesia. Yamaha MX King 150, saudara kembar Exciter yang beredar di tanah air, masih mengandalkan mesin 149,79cc tanpa VVA dengan output 11,3 kW di 8.500 rpm dan transmisi 5-percepatan konvensional. Tidak ada slipper clutch. Tidak ada TCS. Tidak ada ABS. Fitur andalannya masih lampu hazard dan speedometer full digital. Selisih tenaga dengan versi Vietnam sudah menyentuh kisaran 7 hp, cukup untuk dirasakan siapa pun yang pernah membuka gas keduanya berdampingan.

Yamaha Indonesia memilih jalan lain: menjaga MX King tetap relevan lewat paket visual. Livery Prima Pramac dan edisi ulang tahun ke-70 Yamaha memang memikat secara estetika. Desain generasi kedua MX King pun masih disukai banyak konsumen lokal dibanding iterasi-iterasi berikutnya yang tidak masuk ke Indonesia. Masuk akal dari sudut pandang bisnis, mempertahankan harga di segmen yang sangat sensitif terhadap angka di brosur.

Tapi bagi penggemar performa, melihat MX King berdiri di samping Exciter 155 Vietnam ibarat membandingkan dua era yang terpisah satu dekade, padahal nama pabrikannya sama persis. Dua puluh tahun Exciter berjaya di Vietnam, sementara saudaranya di Indonesia berjalan di tempat. Pertanyaannya sederhana saja: sampai kapan?