Enam trafo berukuran ekstra besar sudah menyentuh daratan Surabaya.
PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) mendatangkan enam unit Interbus Transformer (IBT) 500/150 kV yang kini telah mendarat dengan aman di Pelabuhan Mirah Tanjung Perak, Sabtu (11/4/2026). Keenam komponen vital ini disiapkan untuk mempercepat megaproyek Gas Insulated Substation Tegangan Ekstra Tinggi (GISTET) 500 kV Waru.
Infrastruktur tersebut dirancang jadi tulang punggung pasokan dan stabilitas listrik bagi sektor industri, pusat bisnis, hingga jutaan pelanggan di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Bukan proyek ecek-ecek, singkatnya.
General Manager PLN UIP JBTB Hendro Prasetyawan menegaskan, tibanya material ini membuktikan rantai pasokan proyek strategis GISTET Waru berjalan sesuai target. Dalam siaran tertulisnya, Hendro menyebut trafo-trafo raksasa itu sebagai "jantung" proyek yang nantinya mengelola aliran daya tinggi 500 kV ke sistem 150 kV demi memenuhi kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.
"GISTET 500 kV Waru adalah salah satu proyek strategis paling kritikal di Jawa Timur," tegas Hendro.
Soal mobilisasi, jangan bayangkan proses biasa. Dimensi dan tonase trafo yang masif membuat pemindahan dari Pelabuhan Tanjung Perak menuju lokasi proyek di Waru tidak bisa dilakukan sembarangan. PLN bakal menggunakan kendaraan angkut khusus berukuran raksasa dengan konfigurasi multi-axle, dan prosesnya bertahap.
Bagi pelaku industri di koridor Surabaya, agaknya proyek ini layak dicermati lebih dari sekadar berita infrastruktur. Pasokan listrik stabil berkapasitas besar adalah prasyarat dasar ekspansi. GISTET Waru, kalau berjalan sesuai jadwal, bisa jadi katalis yang ditunggu kawasan industri sekitarnya. Pertanyaannya, berapa cepat semua trafo ini terpasang dan beroperasi penuh?