JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Emas Rebound dari Terendah Sebulan, tapi Jangan Te...

Finansial

Emas Rebound dari Terendah Sebulan, tapi Jangan Terlalu Girang

Setelah dihajar hampir 2% pada Senin, harga emas dunia mencoba bangkit ke US$ 4.553,41 per ons. Penguatannya nyata, tapi konteksnya bikin investor perlu berpikir dua kali.

Harga emas spot naik 0,7% ke US$ 4.553,41 per ons pada perdagangan Selasa (5/5/2026), rebound dari posisi terendah sejak 31 Maret. Kontrak berjangka Juni ikut menguat ke US$ 4.563,50 per ons, juga 0,7%.

Satu hari pemulihan tidak menghapus fakta bahwa emas baru saja menutup dua sesi beruntun di zona merah, dengan total koreksi 2,19%. Senin kemarin jadi yang paling berat, minus hampir 2%, sebelum akhirnya menyentuh US$ 4.521,5 per ons di penutupan.

Bukan angka kecil.

Tekanan justru datang dari sisi yang biasanya jadi katalis positif bagi emas. Ketegangan di Timur Tengah agaknya tidak lagi dibaca pasar sebagai alasan untuk buru-buru lari ke safe haven. AS dan Iran, meski secara resmi berada dalam periode gencatan senjata, nyatanya masih saling berhadapan di lapangan. Militer AS aktif mengawal kapal-kapal berbendara Amerika yang melintas Selat Hormuz, setelah insiden serangan yang memaksa konvoi tersebut mendapat pengawalan tempur.

Paradoks, sebetulnya. Sentimen geopolitik sudah terlalu sering dipakai sebagai narasi penggerak harga emas sepanjang kuartal ini, sampai-sampai pasar mulai mendiskonnya. Kelelahan naratif, kalau boleh menyebutnya begitu.

Yang lebih mengganjal adalah risiko inflasi yang kembali menyelinap ke dalam kalkulasi. Selat Hormuz bukan sekadar drama militer, ini jalur minyak. Gangguan di sana punya implikasi langsung ke harga energi, dan rantai efeknya ke inflasi global bisa jadi lebih panjang dari yang diperkirakan. Pertanyaannya, berapa lama pasar sanggup mengabaikan variabel ini?

Dari sudut teknikal, US$ 4.521 kemarin jadi semacam uji coba support. Rebound hari ini mengonfirmasi level tersebut belum jebol. Tapi penguatan 0,7% ini terasa seperti pemulihan yang masih menahan napas, bukan kenaikan yang percaya diri. Masif? Jauh dari itu.

Bagi investor ritel yang sudah pegang emas fisik di harga rata-rata lebih tinggi, situasi ini bisa jadi momen untuk mengevaluasi ulang posisi. Yang belum masuk, agaknya perlu lebih sabar menunggu konfirmasi arah sebelum ambil keputusan. Setidaknya itu saran yang berlaku kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal, bukan sekadar noise sesaat.