RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Emas Perhiasan Sepekan: Naik di Awal, Amblas di Pe...

Bisnis

Emas Perhiasan Sepekan: Naik di Awal, Amblas di Pengujung

Setelah sempat menguat pada Senin 24 Agustus 2026, harga emas perhiasan di berbagai platform mulai tergerus memasuki akhir pekan. Raja Emas Indonesia mencatat volatilitas tertinggi, sementara Hartadinata Abadi dan Laku Emas cenderung lebih stabil.

Harga Emas Perhisan Palembang Naik Rp200 Ribu, Cek Harga Terbarunya

Sepekan terakhir, harga emas perhiasan bergerak seperti bandul pendulum: naik dulu, lalu pelan-pelan menyerah ke tekanan koreksi. Pola ini terbaca jelas dari data harga di tiga platform utama, Raja Emas Indonesia, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan Laku Emas, sepanjang 23-29 Agustus 2026.

Pada Minggu (23/8), seluruh harga bertahan di posisi stabil. Emas 24 karat di Raja Emas Indonesia dibanderol Rp2.290.000 per gram, sementara Laku Emas memasang harga Rp2.325.000 per gram untuk kadar yang sama. HRTA, yang memakai skema karat berbeda, mematok emas 22 karatnya di Rp2.599.000 per gram.

Senin siang (24/8), momentum mulai bergeser. Raja Emas Indonesia dan Laku Emas kompak mengerek harga, sementara HRTA justru berjalan ke arah sebaliknya. Emas 24 karat Raja Emas naik Rp20.000 menjadi Rp2.310.000 per gram; Laku Emas ikut terkerek ke Rp2.345.000 per gram. Emas 22 karat HRTA malah turun Rp17.000 ke Rp2.582.000 per gram. Divergensi yang agaknya mencerminkan perbedaan strategi penetapan harga masing-masing jaringan.

Rabu (26/8) jadi pukulan pertama. Raja Emas Indonesia keok di hampir semua karat, dengan koreksi terbesar menyentuh Rp27.000 per gram untuk emas 22 karat yang tergerus ke Rp1.982.000. HRTA dan Laku Emas? Tak bergerak satu sen pun.

Tren penurunan di Raja Emas berlanjut Jumat pagi (28/8), emas 24 karat terkoreksi Rp10.000 ke Rp2.270.000 per gram. Yang menarik, sesi siang justru berbalik: emas 24 karat Raja Emas naik tipis Rp10.000 ke Rp2.280.000. HRTA dan Laku Emas bergerak berlawanan, masing-masing turun Rp17.000 dan Rp2.000-Rp3.000 per gram. Satu hari, dua arah. Cukup untuk bikin kepala investor pusing.

Sabtu (29/8) menjadi penutup yang menohok. Emas 24 karat Raja Emas amblas Rp60.000 ke Rp2.220.000 per gram, koreksi terbesar sepanjang pekan, sementara karat-karat lain di ketiga platform tidak kemana-mana. Kalau data ini bisa dijadikan patokan, tekanan tampak terkonsentrasi tajam di satu titik.

Gambar serupa terlihat di pasar emas perhiasan daerah. Di Palembang, harga per suku sempat melonjak ke Rp14,3 juta pada Senin (24/8) sebelum tergelincir ke Rp14 juta pada Kamis (27/8). Untuk konteks, satuan "suku" yang lazim dipakai di pasar Palembang setara dengan perhiasan berkadar 22 karat atau 92 persen emas murni.

Apa yang mendorong volatilitas ini? Pergerakan nilai tukar rupiah dan ketegangan geopolitik global, termasuk dinamika antara Amerika Serikat, China, dan Rusia, masih menjadi variabel paling dominan. Kebijakan cadangan emas bank sentral juga terus membayangi harga acuan global yang kemudian ditransmisikan ke ritel domestik.

Pertanyaannya sederhana bagi investor ritel yang belum masuk: koreksi ini rehat sebentar sebelum rally berikutnya, atau sinyal pembalikan yang lebih dalam? Angkanya ada di tangan Anda.