Harga emas di dalam negeri kompak menguat pada Sabtu (18/7/2026), ditopang reli logam mulia global yang kembali menembus level psikologis US$4.000 per troy ons di sesi penutupan pekan lalu.
Di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, emas Antam satuan 1 gram dibanderol Rp2.614.000 per batang, naik Rp8.000 dari posisi Jumat di Rp2.606.000. Harga buyback ikut terkerek Rp16.000 menjadi Rp2.349.000 per gram. Selisih jual dan beli kembali masih menganga sekitar Rp265.000 per gram, angka yang perlu dihitung matang bagi siapa pun yang berniat main masuk-keluar jangka pendek.
Di laman Pegadaian, tiga jenama bergerak searah. Galeri24 dipatok Rp2.587.000 per gram, UBS di Rp2.599.000, dan Antam versi Pegadaian tercatat Rp2.719.000. Beda harga Antam antara kanal Pegadaian dan situs logammulia.com agaknya cerminan perbedaan spesifikasi produk dan margin distribusi masing-masing platform.
Sentimen positif datang dari Wall Street. Merujuk data Refinitiv, emas spot ditutup di US$4.016,69 per troy ons pada Jumat (17/7/2026), melesat 1,18% dalam satu sesi. Bukan angka kecil. Terlebih setelah emas sempat ambles 2,51% secara point-to-point dalam sepekan terakhir. Pemulihan satu hari ini memberi napas bagi investor domestik yang sebelumnya was-was menatap koreksi mingguan yang lumayan tajam.
Apakah ini rebound teknikal sesaat atau awal dari leg kenaikan baru? Data mingguan yang masih negatif membuat sebagian pelaku pasar menahan diri untuk langsung menyimpulkan tren sudah berbalik. Level US$4.000, kalau data ini bisa dipercaya sebagai patokan, bisa jadi magnet sekaligus resistance psikologis yang sulit ditembus secara konsisten, ibarat pedang bermata dua.
Bagi investor ritel yang memanfaatkan Pegadaian sebagai kanal investasi, kenaikan hari ini memberi sedikit angin segar. Tapi spread antara harga beli dan buyback tetap jadi kalkulasi utama sebelum memutuskan masuk atau cabut dari posisi.