Selasa pagi ini emas Antam dihajar koreksi yang lumayan terasa. Harga jual di laman resmi Logam Mulia per pukul 09.01 WIB tercatat Rp2.760.000 per gram, turun Rp35.000 dari posisi sebelumnya di Rp2.795.000. Harga buyback pun ikut tergerus ke level Rp2.545.000 per gram.
Bukan koreksi kecil.
Untuk pecahan yang lebih besar, gambaran tekanannya makin kentara. Emas 10 gram dibanderol Rp27.095.000, sedangkan gramasi 100 gram mengharuskan investor merogoh Rp270.212.000. Di ujung paling berat, emas 1 kilogram kini dihargai Rp2.700.600.000. Tekanan ini merata di seluruh gramasi, bukan hanya pecahan kecil yang biasa diburu investor ritel.
Gerai Pegadaian pun mencatat penyesuaian. Emas Antam ukuran 1 gram di Sahabat Pegadaian dipatok Rp2.907.000, turun Rp1.000 dari hari sebelumnya. Selisih harga antara Pegadaian dan Logam Mulia masih cukup lebar, agaknya cerminan dari margin distribusi dan layanan yang dibebankan ke pembeli.
Untuk emas cetakan PT Untung Bersama Sejahtera (UBS), koreksinya lebih terasa secara proporsional. Ukuran 1 gram UBS kini Rp2.796.000, berkurang Rp6.000 dalam sehari. Pecahan 0,5 gram dilepas di Rp1.511.000, turun Rp3.000. Emas Antam batangan 0,5 gram di Pegadaian? Bertahan di Rp1.506.000, tidak bergerak.
Satu hal yang perlu dicermati pembeli: setiap transaksi pembelian emas batangan Antam dikenai PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP, sesuai PMK Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk transaksi buyback di atas Rp10 juta, potongan pajaknya lebih besar, yakni 1,5 persen bagi yang punya NPWP dan 3 persen bagi yang tidak. Pajak dipotong langsung dari total nilai transaksi, artinya harga take-home investor sejatinya lebih rendah dari angka yang tertera di layar.
Koreksi hari ini bukan terjadi dalam ruang hampa. Ketegangan di Selat Hormuz dan kekhawatiran inflasi yang kembali menguat belakangan membayangi pasar komoditas, meski emas secara historis justru sering dianggap sebagai aset pelindung saat gejolak melanda. Entah kebetulan atau tidak, koreksi ini datang tepat setelah emas perhiasan disebut-sebut mulai memberi andil deflasi usai meroket 30 bulan beruntun.
Bagi yang sudah telanjur beli di harga puncak, angka hari ini bisa jadi cukup menyengat. Bagi yang menunggu entry point, pertanyaannya tetap menggantung: koreksi sesaat, atau awal dari pembalikan yang lebih panjang?