Harga emas Antam dihajar koreksi tajam pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Logam mulia 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk itu melemah Rp 35.000 menjadi Rp 2.760.000 per gram, berdasarkan data dari laman Logam Mulia Antam.
Yang bikin pedih, harga buyback-nya lebih parah lagi. Kalau hari ini kamu mau jual emas ke Antam, harga yang kamu terima cuma Rp 2.545.000 per gram, turun Rp 40.000 dari sebelumnya. Spread antara harga beli dan harga jual kembali kini menganga di kisaran Rp 215.000 per gram. Lumayan lebar.
Koreksi ini bukan cuma soal Antam. Seluruh produk logam mulia yang dijual di Galeri 24 kompak amblas. Emas Galeri 24 sendiri dijual Rp 2.782.000 per gram, tergerus dari Rp 2.788.000. UBS melemah dari Rp 2.802.000 ke Rp 2.796.000. Antam Retro, yang kemarin masih di Rp 2.838.000, hari ini jatuh ke Rp 2.829.000. Satu catatan: emas Antam yang dijual di Galeri 24 justru tercatat lebih tinggi, Rp 2.907.000, dengan koreksi tipis Rp 1.000 dari hari sebelumnya.
Tren sebulan terakhir pun suram. Dalam rentang 30 hari, harga emas Antam sudah bergerak dari Rp 2.831.000 ke Rp 2.760.000 di titik terendah hari ini. Rp 71.000 per gram melayang begitu saja. Bagi yang pegang ratusan gram, hitungannya tidak lagi terasa abstrak.
Untuk pembelian satuan terkecil, ukuran 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.430.000. Yang 10 gram dilepas di Rp 27.095.000. Skala paling jumbo, 1 kilogram emas hari ini dihargai Rp 2.700.600.000.
Satu hal krusial bagi pemegang emas yang hendak melikuidasi posisi: transaksi buyback di atas Rp 10 juta kena Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 1,5%, sesuai PMK Nomor 81 Tahun 2024, dipotong langsung dari nilai transaksi. Spread efektif yang kamu tanggung, kalau begitu, bisa lebih lebar dari yang terlihat di angka resmi. Ibarat pedang bermata dua, koreksi harga dan pajak menyergap dari dua arah sekaligus.
Apakah ini momentum akumulasi? Agaknya pasar global yang masih bergejolak belum selesai bicara.