JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Dua Hari Berturut-turut Asing Net Sell, BUMI Konsi...

Bisnis

Dua Hari Berturut-turut Asing Net Sell, BUMI Konsisten Bercokol di Puncak Top Sell

Investor asing mencatat net sell di Bursa Efek Indonesia selama dua sesi berturut-turut, Rabu dan Kamis pekan ini, dengan BUMI memimpin daftar top sell di kedua hari tersebut.

Net foreign sell capai 814 juta lembar, BUMI dan BRMS catat top sell

Net sell asing di Bursa Efek Indonesia berlanjut dua hari berturut-turut, Rabu (15/7) dan Kamis (16/7), meski tekanannya mulai mereda di sesi terakhir.

Pada Rabu, net foreign sell melonjak ke angka 814,15 juta lembar, berbalik drastis dari posisi net buy tipis 3,35 juta lembar sehari sebelumnya. Volume pembelian asing anjlok dari 4,73 miliar lembar menjadi 2,66 miliar lembar, dan volume penjualan turun lebih moderat ke 3,47 miliar lembar. Selisihnya menganga cukup lebar.

Keesokan harinya, Kamis (16/7), tekanan agak longgar. Net sell menyusut ke 378,44 juta lembar. Volume di kedua sisi justru naik: foreign buy ke 3,63 miliar lembar, foreign sell ke 4,01 miliar lembar. Masih merah, tapi tidak separah Rabu.

Satu nama konsisten nangkring di puncak top sell selama dua sesi ini: PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Pada Rabu, asing melepas hampir 400 juta lembar dengan hanya membeli 112,16 juta lembar, menghasilkan net sell 287,81 juta lembar. Kamis, tekanan jual justru makin deras. Asing membuang sekitar 663,02 juta lembar melawan pembelian 327,52 juta lembar, sehingga net sell-nya bengkak ke 335,49 juta lembar. Dua hari, dua kali puncak. Bukan angka main-main.

Afiliasi BUMI di grup yang sama, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), turut masuk deretan top sell di kedua sesi, meski volumenya menyusut dari 163,64 juta lembar pada Rabu menjadi 66,98 juta lembar pada Kamis. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga konsisten dilepas asing, dengan net sell 117,10 juta lembar di Rabu dan 51,30 juta lembar di Kamis. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) menyusul dengan pola serupa, net sell 88,64 juta lembar lalu 25,75 juta lembar.

Satu drama tersendiri terjadi pada PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), emiten yang baru saja menyelesaikan IPO. Pada Rabu, RANS justru masuk top buy dengan net buy 225,10 juta lembar, mencerminkan antusiasme awal asing terhadap pendatang baru ini. Kamis, sentimen berbalik. RANS menjadi top sell kedua dengan net sell 193,44 juta lembar setelah asing membuang lebih dari 406 juta lembar. Bisa jadi ini aksi profit taking pasca-IPO, entah kebetulan atau tidak, polanya cukup klasik buat yang sudah lama amati pasar.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) jadi satu-satunya nama yang masuk top buy di kedua hari, dengan net buy 43,57 juta lembar pada Rabu dan 42,13 juta lembar pada Kamis. Agaknya selera asing terhadap saham perbankan BUMN belum benar-benar pudar, meski jual bersih masih mendominasi.

Dua sesi ini memberi gambaran cukup jelas: asing belum sepenuhnya kembali. Koreksi net sell dari 814 juta menjadi 378 juta lembar memang terlihat seperti perbaikan. Tapi selama BUMI masih dihajar jual ratusan juta lembar per hari, sulit bilang tekanannya sudah reda.