SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Re...

Bisnis

Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rupiah Cetak Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rupiah kembali mencatat rekor terlemah terhadap dollar Singapura di level Rp 14.000 pada perdagangan Jumat, sementara tekanan terhadap dollar AS mendekati Rp 17.900, dipicu kekhawatiran fiskal dalam negeri.

Rupiah Makin Terjepit, Dollar Singapura Tembus Rp 14.000, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah

Rekor terlemah sepanjang sejarah. Bukan frasa yang ringan, tapi itulah yang harus dicerna pelaku pasar hari ini ketika kurs rupiah terhadap dollar Singapura menyentuh Rp 14.000 pada perdagangan Jumat (29/5/2026), sebelum sedikit memangkas pelemahan ke posisi Rp 13.982 di akhir sesi.

Di pasar spot, tekanan dari sisi dollar AS tak kalah berat. Rupiah terdepresiasi ke Rp 17.893 per dollar AS, melemah 48 poin atau 0,27 persen, mendekati level psikologis Rp 17.900 yang banyak disebut sebagai titik paling kritis dalam sejarah mata uang domestik.

Gambarannya cukup suram. Sejak awal 2026, dollar Singapura sudah menguat sekitar 7,34 persen terhadap rupiah. Dalam konteks kawasan, pergerakan ini bukan semata soal sentimen global. Mata uang Asia lain bergerak relatif stabil di hari yang sama. Won Korea memang melemah bersama rupiah, tapi sebagian besar mata uang kawasan justru mampu bertahan. Ada faktor spesifik yang menghantam rupiah lebih keras dibanding para sejawatnya.

Ibrahim Assuaibi, analis mata uang dan komoditas, menyebut level Rp 14.000 bukan sekadar angka psikologis. "Rupiah terhadap dollar Singapura sudah menyentuh atau mendekati level Rp 14.000, bahkan Rp 14.000 yang merupakan rekor terlemah sepanjang sejarah. Tetapi ada kemungkinan besar rupiah terhadap dollar Singapura akan menuju level Rp 15.000-Rp 16.000," tegasnya. Kalau proyeksi itu terbukti, masih ada ruang pelemahan 7 hingga 14 persen lagi dari posisi sekarang. Bukan angka yang bisa diabaikan begitu saja.

Ibrahim menunjuk ke dalam negeri sebagai biang kerok utama. Sejumlah program pemerintah dengan anggaran jumbo memunculkan kekhawatiran serius terhadap kondisi fiskal Indonesia. Pasar, agaknya, mulai kehilangan kesabaran menunggu kepastian arah belanja negara. "Kita tahu bahwa banyak program pemerintah yang bernilai jumbo dan besar sehingga menimbulkan kekhawatiran terhadap defisit anggaran," kata Ibrahim.

Beban bukan cuma soal fiskal. Persepsi investor terhadap prospek pertumbuhan Indonesia juga terbebani ketidakpastian kebijakan, yang mendorong arus keluar dari aset rupiah. Kombinasi itulah yang membuat rupiah terlihat lebih rapuh dibanding mata uang kawasan lain hari ini. Beda kelas, bisa jadi.

Sepanjang sesi perdagangan, dollar Singapura diperkirakan bergerak pada kisaran Rp 13.932 hingga Rp 14.001. Pertanyaannya sekarang bukan lagi soal apakah level itu akan ditembus, tapi berapa lama Bank Indonesia punya amunisi untuk menahan laju sebelum kepercayaan pasar benar-benar amblas.