Tanggalnya sudah pasti.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan PP Nomor 8 Tahun 2025, revisi atas PP Nomor 36 Tahun 2023, resmi berlaku per 1 Juni 2026. Pengumuman disampaikan Selasa malam di pelataran Istana Merdeka, setelah rombongan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menghadap Presiden Prabowo Subianto.
Semua DHE SDA kini wajib masuk ke bank-bank Himbara. Tidak lagi bisa ditempatkan di LPEI atau bank devisa umum seperti ketentuan sebelumnya. Durasi penempatan minimal 12 bulan, jauh lebih panjang dari aturan lama. Soal konversi ke rupiah, batasnya diturunkan dari 100 persen menjadi maksimal 50 persen, kalau data regulasi ini bisa dipercaya sebagai sinyal niat pemerintah memberi napas lebih kepada eksportir.
Bukan angka kecil, kalau kita bicara volume ekspor SDA Indonesia.
Ada satu pengecualian. Sektor ekstraktif, khususnya minyak dan gas, mendapat perlakuan berbeda. Untuk migas, ketentuan penempatan masih mengacu aturan lama: minimal 30 persen di rekening bank dalam negeri selama tiga bulan. "Terkait dengan sektor ekstraktif atau oil and gas itu berlaku seperti yang sekarang, yaitu yang berlaku tiga bulan," kata Airlangga.
Revisi ini juga menyertakan instrumen baru. Selain penempatan di Himbara, eksportir bisa menaruh kelebihan valas di Surat Berharga Negara (SBN) berdenominasi valuta asing yang diterbitkan di pasar domestik, sebuah jalur yang sekaligus memberi pemerintah amunisi untuk memperdalam pasar valas dalam negeri.
Latar belakangnya bukan sekadar administratif. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengakui ada proses penyempurnaan karena sejumlah pihak meminta pengecualian, dan Presiden menyetujuinya. Rupiah dalam beberapa pekan terakhir memang sedang tergerus, dinilai undervalue oleh BI, sementara cadangan devisa butuh bantalan lebih kokoh seiring volatilitas global yang belum juga reda.
Efeknya langsung: likuiditas valas terkunci di dalam sistem perbankan domestik. Bagi sebagian eksportir, ini ibarat pedang bermata dua, membantu stabilisasi rupiah tapi sekaligus memangkas fleksibilitas pengelolaan kas valas mereka di luar negeri.
Pasar punya waktu kurang dari sebulan untuk bersiap.