JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Danantara Sudah Masuk GOTO sejak Januari, Rosan: Y...

Bisnis

Danantara Sudah Masuk GOTO sejak Januari, Rosan: Yang Penting Kesejahteraan Ojol

CEO Danantara Rosan Roeslani mengonfirmasi lembaganya telah membeli saham GOTO di bawah 1% sejak awal 2026, dengan alasan utama mendorong kesejahteraan pengemudi ojek online.

Sejak Januari 2026, Danantara sudah bergerak diam-diam ke saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan Roeslani, membenarkan hal itu di sela kunjungan ke Istana Kepresidenan, Selasa (5/5/2026). Ia mengakui Danantara telah membeli saham GOTO lewat bursa, meski ogah menyebut angka pastinya. "GoTo. Kita sudah masuk kok sebetulnya. Kita sudah masuk dan juga kita sudah bicara," kata Rosan.

Soal waktu, ia cuma melempar kode. "Kan perubahan-perubahan itu mulai terjadi di Januari. Ya itu aja kodenya," tambahnya.

Januari. Bertepatan dengan momen platform-platform ojol mulai membenahi skema insentif pengemudi.

Alasan yang dikemukakan Rosan tidak biasa untuk lembaga pengelola aset negara: bukan valuasi, bukan strategi portofolio. Kesejahteraan ojol. Logikanya begini: selama ini perusahaan aplikator sibuk saling bakar duit ratusan juta dolar untuk marketing. Danantara masuk, lalu mengajak mereka mengalihkan dana itu ke perlindungan pengemudi, termasuk iuran BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. "Ya udah kita ajak ngomong yang lain, kita gak usah burning cash seperti ini, mendingan dana ini kita pakai sepakat untuk kepentingan ojol daripada kita saling bakar-bakar duit. Alhamdulillah karena yang ngomong kita jadi didengar lah," tutur Rosan.

Hasilnya, kata dia, tampak dari kebijakan Bantuan Hari Raya yang nilainya lebih besar ketimbang tahun lalu. Rosan mengklaim dorongan untuk melipatgandakan BHR pengemudi itu juga datang dari pihaknya.

Masuknya Danantara berbarengan dengan GOTO yang mulai mencetak laba. Kuartal pertama 2026 jadi tonggak: Tokopedia, yang bertahun-tahun konsisten merugi, akhirnya mengantongi keuntungan perdananya. Bukan kebetulan yang diabaikan Danantara, agaknya, sebelum memutuskan masuk.

"Bertahap, bertahap," kata Rosan soal porsi kepemilikan yang masih terus bertambah.

Manajemen GOTO merespons lewat keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia. Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, memastikan Danantara telah membeli saham perseroan melalui bursa dalam jumlah kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan. "Perseroan menyambut baik investasi tersebut, sebagaimana juga investasi dari seluruh pemangku kepentingan lainnya, sebagai cerminan kepercayaan yang berkelanjutan terhadap fundamental usaha, kinerja, serta prospek jangka panjang Perseroan," tulis Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi.

Soal pelaporan, GOTO menyatakan sudah melaporkan kepemilikan saham antara 1% hingga 5% kepada BEI sejak Maret 2026. Tapi karena informasi itu bersifat privat sesuai ketentuan bursa, publik hanya bisa mengaksesnya lewat pengumuman Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Pertanyaannya, berapa persisnya nilai total investasi Danantara di GOTO, dan seberapa jauh "bertahap" yang dimaksud Rosan? Untuk lembaga yang mengelola aset ratusan miliar dolar, kepemilikan di bawah 1% di emiten teknologi lokal ini mungkin baru pemanasan.