SELASA, 20 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  CUAN Incar Kendali Penuh SINI, Akuisisi Batu Bara...

Bisnis

CUAN Incar Kendali Penuh SINI, Akuisisi Batu Bara Prajogo Pangestu Makin Serius

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengumumkan negosiasi pengambilalihan saham mayoritas PT Singaraja Putra Tbk (SINI), emiten batu bara yang sahamnya sudah melejit lebih dari 500 persen dalam setahun terakhir.

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) berencana mengambil alih saham mayoritas perusahaan batu bara, PT Singaraja Putra Tbk (SINI). (Foto: Ist)

Prajogo Pangestu rupanya belum puas dengan porsi 27,78 persen yang sudah digenggam di PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Lewat PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), grup sang taipan kini resmi mengumumkan negosiasi untuk mengambil alih posisi pengendali emiten batu bara itu, yang kapitalisasi pasarnya sudah menyentuh Rp17,98 triliun.

Pengumuman ini dirilis Jumat (4/9/2026). Direktur Utama CUAN, Michael, menyebut perseroan tengah mendiskusikan tiga hal pokok dengan pemegang saham SINI: mekanisme akuisisi, harga, dan waktu penyelesaian. Belum ada angka pasti soal porsi saham yang dibidik. Tapi arahnya jelas. Kalau negosiasi berjalan mulus, CUAN dan entitas anaknya akan jadi pemegang saham terbesar SINI sekaligus memegang kendali penuh atas manajemen dan arah kebijakan perusahaan.

CUAN bukan pendatang baru di sini. Kepemilikan 27,78 persen itu dipegang lewat dua anak usaha: PT Kreasi Jasa Persada (KJP) dengan porsi 7,9 persen, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) yang porsinya melonjak jadi 19,88 persen setelah rights issue SINI senilai Rp3,61 triliun pada Juli 2026. Artinya, CUAN sudah secara aktif membesarkan posisi di SINI jauh sebelum pengumuman ini keluar.

Hapsoro, nama yang sebelumnya lekat dengan SINI, kini porsinya tergerus habis dari sekitar 9 persen menjadi hanya 3,89 persen usai dilusi rights issue. Ia masih tercatat sebagai pemilik manfaat akhir, tapi kendali sesungguhnya agaknya sudah berpindah tangan perlahan. Pemegang saham pengendali SINI saat ini terdiri dari PT Autum Prima Indonesia (16,99 persen), Ever Grace International Trading Limited (7,48 persen), dan Batubara Development Pte. Ltd. (6,2 persen). Merekalah yang kemungkinan besar menjadi target negosiasi CUAN.

Satu kewajiban yang tidak bisa dielak: begitu CUAN resmi menjadi pengendali baru, perseroan wajib melaksanakan penawaran tender kepada pemegang saham publik. Dengan harga SINI saat ini di Rp14.950 per saham dan porsi publik mencapai 41,55 persen, ini bukan urusan recehan. Berapa nilainya? Hitung sendiri.

Manajemen CUAN menyebut akuisisi ini bagian dari ambisi jangka panjang menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan terintegrasi. SINI memang menggoda sebagai target: lima anak usaha tambang batu bara tersebar di Kalimantan, dua sudah beroperasi komersial, tiga sisanya dijadwalkan mulai produksi pada 2026-2027. Total target penjualan berdasarkan RKAB 2026 sebesar 1,8 juta ton, angka yang masih punya ruang besar untuk digenjot di bawah tangan baru.

Saham SINI sudah lebih dulu bersuara: melesat lebih dari 500 persen dalam setahun terakhir, dari emiten yang dulunya bergerak di perdagangan kayu. Bagi investor ritel yang sudah duduk manis, kabar ini jelas bukan sesuatu yang mengecewakan. Yang belum terjawab adalah di harga berapa CUAN akan mengeksekusi, dan apakah pemegang saham lama mau melepas dengan valuasi yang, jujur saja, sudah tidak murah.