RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Commodore Callback 8020: Ponsel Lipat yang Sengaja...

Tekno

Commodore Callback 8020: Ponsel Lipat yang Sengaja Memblokir Media Sosial

Commodore comeback dengan smartphone retro yang memblokir media sosial di level sistem. Harga mulai $500, pre-order dibuka 30 Juni.

Kacamata AR Specs terbaru dari Snap dengan desain lebih ramping dan bobot ringan

Dua kuartal lalu, mayoritas pelaku industri masih percaya bahwa ponsel masa depan adalah yang paling terhubung. Commodore justru bergerak ke arah sebaliknya.

Merek komputer legendaris era 1980-an itu resmi memperkenalkan Callback 8020, ponsel lipat bergaya clamshell yang secara teknis dan sengaja memblokir akses ke media sosial, browser web, hingga email langsung dari tingkat sistem. Bukan sekadar pengaturan yang bisa diutak-atik pengguna. Blokade ini diperkuat di level DNS sehingga meski seseorang berhasil memasang aplikasi terkait, servernya tetap tidak bisa dijangkau. Satu klaim yang patut dicermati: Commodore menyebut Sailfish OS yang digunakan kompatibel dengan lebih dari 99 persen aplikasi Android, hanya saja tanpa jejak Google sama sekali.

Sailfish OS dikembangkan oleh Jolla, perusahaan asal Finlandia yang dirintis para veteran Nokia. Pilihan sistem operasi ini bukan tanpa kalkulasi. Commodore mengincar pengalaman yang benar-benar "de-Googled", tapi tetap fungsional. WhatsApp, Signal, Spotify, dan Maps masih berjalan. Yang tidak bisa: Facebook, Instagram, Twitter, browser apa pun, klien email. Layar sentuh pun dinonaktifkan secara default, memaksa pengguna kembali ke input T9 via keypad fisik. Ini bukan keterbatasan teknis. Ini keputusan desain.

48 megapiksel. Sensor Sony. Dari ponsel yang mengklaim ingin menjauhkan penggunanya dari layar. Spesifikasi hardware Callback 8020 terasa agak ironis jika disandingkan dengan filosofinya, tapi angkanya tidak bisa diabaikan. Dapur pacu MediaTek Helio G81 dipadukan RAM 4 GB dan penyimpanan 64 GB yang bisa diperluas via microSD hingga 256 GB. Layar utama IPS 3,25 inci di dalam, sementara eksterior hanya memperlihatkan layar mini VFD 1,77 inci yang menampilkan waktu, tanggal, dan indikator baterai tanpa satu pun notifikasi. Baterai 1.550 mAh bisa dilepas dan diganti sendiri. Jack 3,5 mm dan radio FM masih hadir. Ada pula DAC bawaan, chip suara SID legendaris warisan Commodore 64, dan earphone IEM dari FiiO yang sudah disertakan dalam kotak.

CEO Commodore, Christian "Peri Fractic" Simpson, mengakui Callback 8020 lahir dari frustrasi personal. Setelah menjadi orang tua, ia menjauhi smartphone demi bisa lebih hadir menemani putrinya, tapi perangkat alternatif yang beredar waktu itu terasa "terlalu minimal". Dari situlah Commodore memutuskan membangun "dumbphone yang tidak bodoh". "Commodore Callback adalah ponsel yang saya harap sudah ada ketika saya memulai perjalanan ini," kata Fractic dalam siaran pers peluncuran.

Konsep "speed bump untuk pikiran" ini diterjemahkan ke dalam pengalaman yang memang agak menyulitkan secara sengaja. Mengirim pesan butuh usaha ekstra lewat T9. Menambah aplikasi baru harus melalui sistem whitelist berbasis AI yang ditinjau tim manusia. Tidak ada Google Play Store, tapi Aurora Store tersedia. iMessage dari iPhone pun bisa dihubungkan, dengan satu kali setup via Mac menggunakan aplikasi OpenBubbles.

Nama "8020" disematkan sebagai penghormatan kepada modem 8010 yang diproduksi Commodore pada 1980. Lima pilihan warna tersedia: SX Silver, ProtoPET White, BASIC Beige, Starlight Edition transparan, dan Founders Edition dengan lapisan emas 24 karat pada tombol "C+". Harga mulai $499,99 untuk tiga varian dasar, $550 untuk Starlight, dan $640 untuk Founders Edition, setara kisaran Rp8 juta hingga Rp10,5 juta di kurs saat ini.

Pre-order dibuka 30 Juni, pengiriman ditargetkan kuartal keempat 2026. Ini bukan ponsel untuk semua orang, dan Commodore agaknya tahu persis itu. Tapi di pasar yang selama ini hanya punya dua pilihan ekstrem, ponsel lipat seharga smartphone kelas menengah atas yang justru memotong koneksi ini datang di waktu yang sulit dipungkiri relevansinya.