Anggaran Rp100 juta di pasar mobil bekas 2026 ternyata bukan angka yang tanggung, setidaknya kalau Anda tahu harus melihat ke mana.
Kategori city car tetap jadi incaran utama segmen ini, didorong dua alasan klasik yang tidak pernah basi: konsumsi BBM yang irit dan bodi yang mudah dikepitkan di celah kemacetan Jakarta. Pilihan paling aman, sekaligus paling mudah urusan purna jualnya, masih berkutat di ekosistem LCGC besutan duo Jepang. Toyota Agya dan Daihatsu Ayla mendominasi rekomendasi bukan karena tidak ada pesaing, tapi karena jaringan bengkel resmi keduanya tersebar hingga kota-kota tier dua dan tiga. Suku cadang melimpah, biaya servis terukur. Dengan dana Rp100 juta, unit Ayla tahun 2018 atau 2019 masih bisa diraih, agaknya cukup muda untuk mobil harian.
Mesin 1.0L milik Agya diklaim mampu menembus 20 km per liter pada kondisi jalan tertentu. Jujur saja, angka itu sulit direplikasi kala macet merayap di ibu kota, tapi tetap kompetitif untuk ukuran segmennya. Untuk Ayla, varian 1.2L jadi pilihan kalau rute Anda sesekali keluar kota. Suzuki Karimun Wagon R juga masuk daftar ini. Desain boksnya menghasilkan ruang kepala yang melimpah, sementara mesin K10B-nya dikenal bandel sekaligus irit. Satu catatan untuk varian AGS: lakukan test drive serius sebelum deal. Komponen transmisi semi-kopling ini rentan aus di unit bekas yang kurang terawat, dan kalau sudah bermasalah, biayanya tidak kecil.
Bagi yang tidak mau kompromi soal sensasi berkendara, Honda Brio generasi pertama mulai masuk ke rentang harga ini di 2026. Mesin i-VTEC 1.2L miliknya paling bertenaga di kelas LCGC dan setara. Unit di bawah Rp100 juta biasanya masih varian lampu belakang kaca penuh, desain lama, tapi jangan remehkan performa di balik setirnya. Yang perlu diwaspadai: kondisi transmisi CVT pada unit berumur. Kalau sudah mulai selip atau timbul getaran di pedal gas, siap-siap kocek ekstra.
Nissan March dan Kia Picanto bermain di segmen yang sedikit berbeda. Kualitas kabin dan kenyamanan suspensi keduanya terasa satu level di atas LCGC. Picanto bahkan menonjolkan mesin 1.2L empat silinder yang lebih halus getarannya dibanding mesin tiga silinder khas LCGC, plus material interior yang lebih solid. Ada imbal baliknya, tentu. Suku cadang Nissan dan Kia secara historis lebih mahal, dan jaringan bengkel resmi tidak sebanyak Toyota atau Daihatsu. Pastikan ada bengkel spesialis merek tersebut di kota Anda sebelum tanda tangan.
Suzuki Ignis mungkin pilihan paling menarik yang kerap luput dari radar. Ground clearance-nya yang tinggi memberi nuansa urban SUV, dan efisiensi BBM-nya diklaim mencapai 22 km per liter di rute tol. Bukan angka sembarangan. Unit di bawah Rp100 juta memang masih terbatas di 2026, tapi layak diburu kalau ketemu kondisi yang bagus.
Satu hal yang sering diabaikan pembeli pertama: selalu siapkan dana cadangan Rp10 sampai Rp15 juta di luar harga beli. Bukan untuk restorasi total, tapi untuk kebutuhan dasar seperti penggantian oli, ban, aki, dan servis AC yang hampir pasti perlu dilakukan di unit bekas manapun. Odometer rendah bukan jaminan. Riwayat servis yang jelas dan konsisten jauh lebih berharga dari angka kilometer di dashboard, dan ini berlaku tanpa pengecualian.
City car bekas di bawah Rp100 juta di 2026 masih keputusan finansial yang masuk akal. Asalkan, Anda tahu cara memilihnya.