Tiga ribu unit dipesan bahkan sebelum harga resminya diketahui. Itulah gambaran awal betapa pasar menyambut hangat Chery Q, city EV terbaru PT Chery Sales Indonesia (CSI) yang dijadwalkan meluncur di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026.
"Saat ini prebook sudah dilakukan. Kita sudah menerima lebih dari 3.000 unit, nanti di GIIAS tentunya kami umumkan angka final yang kami capai," kata Arthur Panggabean, Head of Brand and Marketing Chery Business Unit CSI, saat ditemui di Bekasi belum lama ini. Angka itu, perlu dicatat, terkumpul sejak hari perkenalan pertama modelnya. Estimasi harga dari tenaga penjual Chery berkisar Rp 240 juta hingga Rp 280 jutaan, meski angka final masih ditahan hingga hari H.
Chery Q bukan satu-satunya kartu yang disiapkan. Dari materi presentasi menjelang GIIAS, CSI memberi sinyal tiga model baru sekaligus bakal diperkenalkan selama pameran. Dua lainnya masih dirahasiakan, tapi kandidat kuat yang sudah beredar di kalangan pengamat otomotif adalah Chery J6T REEV dan Chery Himla.
Sebelum peluncuran resmi, sejumlah media berkesempatan menjajal Chery Q di kawasan Kota Bintang, Bekasi. Unit yang digunakan masih berstatus global preview dengan setir kiri, namun CSI memastikan spesifikasi versi Indonesia tidak akan berbeda jauh. Kesan pertama yang paling kentara: suspensinya empuk tanpa limbung. Melintasi aspal bergelombang dan polisi tidur, redaman bekerja halus, guncangan nyaris tidak terasa di kabin. Karakter yang pas untuk kendaraan harian perkotaan.
Yang langsung bikin penasaran adalah konfigurasi Rear Wheel Drive (RWD). Pilihan ini terbilang langka di segmen city EV yang mayoritas masih setia ke penggerak depan. Distribusi bobotnya terasa natural saat bermanuver pelan. Di atas kertas, motor listrik tunggalnya menyemburkan tenaga 121 dk dan torsi 112 Nm.
Kabin? Tidak mengecewakan. Wheelbase 2.700 mm membuat ruang kaki belakang terasa lapang untuk mobil kompak berdimensi 4.195 x 1.811 x 1.573 mm. Layar sentuh 15,6 inci yang ditopang chip Qualcomm Snapdragon 8155 mendominasi dasbor, berdampingan dengan panel instrumen 8,8 inci. Tersedia 38 kompartemen penyimpanan plus frunk 70 liter di depan. Buat yang akrab dengan parkiran sempit, ada Autonomous Parking Assist dan kamera HD 540 derajat yang bahkan sanggup menampilkan area bawah bodi.
Soal baterai, dua pilihan: 29,48 kWh untuk jarak tempuh 310 kilometer, dan 41,28 kWh untuk 420 kilometer berdasarkan standar CLTC. Unit yang dijajal media menggunakan baterai 42,7 kWh dengan klaim jarak 400 kilometer, sudah mendukung DC Fast Charging yang diklaim mampu mengisi dari 30 persen ke 80 persen dalam 16,5 menit. Angka yang tidak main-main.
Satu catatan kecil: Chery Q absen fitur pengaturan setir teleskopik, hanya tilt. Agaknya ini sengaja dipotong untuk menekan biaya di segmen harga yang kompetitif. Kekurangan itu sebagian tertutupi oleh pengaturan jok elektrik yang membantu pengemudi menemukan posisi duduk ideal.
Di luar Chery Q, J6T REEV paling ramai diperbincangkan. SUV REEV ini sudah debut di Thailand dan secara teknologi membawa sesuatu yang berbeda: mesin bensin 1.500 cc turbo tidak menggerakkan roda secara langsung, melainkan murni berfungsi sebagai generator pengisi baterai LFP 33,6 kWh buatan CATL. Varian 2WD mengklaim jarak listrik murni 190 kilometer, dengan total jarak gabungan 800 kilometer berdasarkan NEDC. Varian AWD-nya lebih galak, tenaga gabungan 422 dk dan torsi 505 Nm, sprint 0-100 km/jam tuntas dalam 5,5 detik.
Kandidat ketiga, Chery Himla, pikap double cabin yang debut global di Auto Shanghai 2025. Kalau benar masuk, Chery langsung berhadapan dengan Ford Ranger, Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max. Segmen yang tidak pernah mereka sentuh sebelumnya. Berani, atau nekat? Pasar yang akan menjawab saat GIIAS dibuka.