JUMAT, 16 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Cable Ties di Baling-baling Wings Air Viral, Ini P...

Bisnis

Cable Ties di Baling-baling Wings Air Viral, Ini Penjelasan Teknisnya

Video yang diunggah peselancar asal Australia memicu kehebohan di media sosial setelah memperlihatkan baling-baling pesawat Wings Air tampak diikat kabel ties di Bandara Bali. Manajemen maskapai buru-buru merespons.

Wings Air Klarifikasi Penggunaan Pengikat Komponen di Bandara Bali

Sebuah video pendek dari seorang turis Australia berhasil membuat jagat penerbangan Indonesia gaduh akhir pekan lalu, setelah memperlihatkan apa yang tampak seperti kabel ties terikat pada baling-baling pesawat Wings Air jenis ATR 72-600 di apron Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Joel Scott, peselancar asal Australia yang merekam momen itu melalui akun Instagram @js35, tak menyembunyikan rasa kagetnya. "INI GILA!!! Pengikat kabel menahan properti ini agar tetap menyatu," tulisnya dalam keterangan unggahan yang kemudian menyebar luas sejak Sabtu (30/5). Pesawat tersebut dijadwalkan terbang dari Bali menuju Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin di Sumbawa Barat. Joel juga menyoroti sejumlah lekukan di bagian bilah baling-baling yang disebutnya menyerupai bekas tambalan.

Reaksi warganet terbelah. Sebagian panik dan mempertanyakan standar kelayakan armada domestik. Sebagian lain, yang lebih teknis, menilai komponen yang terikat itu bukan bagian inti mesin penggerak pesawat. Pertanyaannya, siapa yang benar?

Manajemen Lion Group tidak menunggu lama. Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Lion Group, keluar memberikan klarifikasi pada Minggu (31/5). Ia menegaskan pengikat yang terlihat dalam video bukan tanda kerusakan, melainkan bagian dari prosedur perawatan untuk mengamankan sementara lapisan pelindung es, deicer, yang sedikit bergeser posisinya. "Pengikat yang tampak pada bilah baling-baling digunakan untuk mengamankan sementara salah satu lapisan pelindung yang mengalami sedikit perubahan posisi," ungkap Danang.

Prosedur ini, klaimnya, diatur secara resmi lewat Aircraft Maintenance Manual dari pabrikan pesawat dan hanya boleh dikerjakan oleh teknisi berlisensi. Bukan kabel ties sembarangan dari toko bangunan. Dalam industri penerbangan, pengikat jenis tertentu memang bisa menjadi bagian sah dari prosedur perawatan yang sudah melalui verifikasi ketat, kata Danang. Setelah pemasangan pun, teknisi wajib menjalankan serangkaian pemeriksaan lanjutan.

Aman? Danang menjawab tegas. "Pesawat tidak akan dioperasikan apabila tidak memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, dan kelaikudaraan. Setiap keputusan untuk menerbangkan pesawat didasarkan pada hasil pemeriksaan teknis yang menyeluruh oleh personel yang berwenang sesuai prosedur yang berlaku," tegasnya. Setidaknya itu klaim manajemen.

Pesawat ATR 72-600 yang viral itu kini tengah menjalani pemeriksaan dan pemeliharaan lanjutan sebagai bagian dari verifikasi teknis internal, sebelum kembali mengudara.

Hingga artikel ini ditulis, regulator penerbangan nasional maupun otoritas Bandara Ngurah Rai belum mengeluarkan pernyataan resmi tambahan. Sunyi dari regulator.