RABU, 16 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Cabai dan Bawang Kompak Naik, 33 Provinsi Rasakan...

Bisnis

Cabai dan Bawang Kompak Naik, 33 Provinsi Rasakan Tekanan IPH Juni

Minggu kedua Juni 2026, harga cabai rawit merah menembus Rp82.300 per kg dan bawang merah Rp59.900 per kg. BPS mencatat 33 provinsi mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga, dengan Bolaang Mongondow menjadi episentrum tekanan harga tertinggi.

PIHPS: Harga cabai rawit Rp73.000/kg, telur ayam Rp29.550/kg - ANTARA News Jambi

Cabai rawit merah kini dihargai Rp82.300 per kilogram di pasar tradisional, naik hampir 9% dalam sepekan. Bukan puncaknya. Cabai merah keriting justru melonjak lebih brutal, eh, lebih tepatnya: 21,82%, ke Rp70.350 per kg.

Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia per Rabu (17/6/2026) memperlihatkan betapa kompaknya tekanan di sisi bumbu dapur. Bawang merah terkerek 7,25% ke Rp59.900 per kg, bawang putih naik 7,47% ke Rp44.600 per kg. Keduanya bergerak searah, seolah berlomba.

Badan Pusat Statistik sudah menangkap sinyal ini lebih awal. Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi bersama pemerintah daerah, Senin (15/6/2026), Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti melaporkan bahwa pada minggu kedua Juni, 33 provinsi mencatat kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), empat provinsi turun, satu stabil. Komoditas penyumbang andil terbesar hampir seragam di seluruh wilayah: cabai rawit, cabai merah, dan bawang merah.

Episentrum tekanan ada di luar Jawa dan Sumatera. Kabupaten Bolaang Mongondow mencatat perubahan IPH tertinggi nasional, 11,35 persen. Sulawesi Utara membukukan kenaikan IPH 7,69 persen, dengan tiga komoditas yang sama mendominasi.

Di Sumatera, kenaikan IPH tertinggi ada di Kabupaten Sarolangun dengan perubahan 3,71 persen. Pulau Jawa? Tertingginya di Kabupaten Lamongan, 2,44 persen. Di Jawa ada tambahan satu variabel dalam daftar penyumbang: daging sapi, yang harganya kini berada di kisaran Rp145.850 per kg untuk kualitas I.

Amalia menyinggung sesuatu yang agaknya sering luput dari perhatian. "Ada komoditas-komoditas yang memang perubahan IPH relatif rendah, tetapi level harganya tinggi. Jadi harga inilah yang kemudian dirasakan oleh masyarakat terlalu mahal. Jadi ini perlu waspada," katanya. Peringatan yang relevan, kalau data ini bisa dipercaya sebagai cermin kondisi lapangan, mengingat cabai rawit merah sudah jauh melampaui batas psikologis Rp80.000 per kg.

Sisi beras sedikit lebih beragam. Kelas bawah dan medium kompak naik: beras kualitas bawah I melonjak 4,44% ke Rp15.300 per kg, medium I naik 1,85% ke Rp16.550 per kg. Beras super turun tipis, tapi selisihnya tidak material bagi kebanyakan konsumen. Minyak goreng dan gula justru bergerak turun atau stagnan, sehingga tekanan inflasi pangan kali ini memang berpusat di kategori bumbu.

Pertanyaannya, seberapa dalam tren ini akan menggigit angka inflasi Juni? Rilis BPS awal Juli nanti patut dinantikan.