Pasar kendaraan plug-in hybrid (PHEV) Indonesia baru saja kena tampar pendatang baru. Belum genap sebulan berjualan, BYD M6 DM sudah mengacak-acak peta persaingan yang sebelumnya cukup tenang.
Model itu mulai didistribusikan Juni 2026 dan langsung membukukan 1.825 unit dalam sebulan perdananya. Tujuh puluh enam persen dari total penjualan PHEV nasional bulan itu. Juni sendiri sudah mencetak rekor: 2.402 unit, tiga kali lipat dari Mei 2026 yang hanya 512 unit, sekaligus capaian bulanan tertinggi sejak segmen ini mulai berkembang di Indonesia.
Sepanjang semester pertama 2026, penjualan PHEV nasional menembus 5.003 unit, naik 187,4 persen dari periode yang sama tahun lalu. Bukan angka kecil. Yang lebih menarik: segmen ini tumbuh tanpa insentif fiskal dari pemerintah, sementara BEV sudah bertahun-tahun dimanjakan stimulus. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai tren, bukan sekadar euforia satu model, PHEV sedang membuktikan sesuatu.
Sebelum M6 DM muncul, Chery Group yang terlebih dahulu menggarap segmen ini dengan Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH sudah membangun fondasi yang solid. Januari hingga Mei, Chery konsisten jadi pemimpin pasar. Tiggo 8 CSH bahkan masih memimpin di Mei dengan 234 unit. Lalu BYD datang, dan posisi itu langsung bergeser. Di Juni, Tiggo 8 CSH harus puas di urutan dua dengan 251 unit.
Dalam hitungan semester, Chery mengumpulkan total 1.814 unit dari kedua modelnya, tipis di belakang BYD yang 1.825 unit. Bak gayung bersambut, persaingan keduanya agaknya akan jadi narasi utama semester dua.
Wuling bertengger di peringkat tiga dengan 603 unit dari Darion dan Eksion. Di bawahnya, Geely Starray EM-i membukukan 255 unit, lalu dua model Jaecoo, J8 dan J7, menyumbang 324 unit. Jetour T1 i-DM, cukup agresif di Juni dengan 97 unit, turut meramaikan kancah ini.
Yang paling mencolok dari peta ini: dari tujuh merek yang bermain di PHEV Indonesia, hanya Lexus, Volvo, dan Mazda yang bukan dari Tiongkok. Ketiganya ada di dasar klasemen. Kontribusi gabungan mereka cuma 83 unit, kurang dari dua persen pasar. Mazda CX-80 PHEV menyumbang 50 unit, Lexus RX 450h+ 25 unit, dua varian Volvo total 8 unit.
Dominasi merek Tiongkok di sini bukan semata soal harga. BYD, Chery, Wuling, Geely, Jaecoo, dan Jetour bermain di rentang yang berbeda-beda, namun semuanya berhasil meninggalkan merek Eropa dan Jepang jauh di belakang. Pola serupa, entah kebetulan atau tidak, sudah terjadi lebih dulu di segmen BEV.
Pertanyaannya, berapa lama momentum BYD M6 DM bertahan? Chery sudah punya jaringan dan ekosistem yang terbangun sejak awal tahun. Begitu euforia peluncuran mereda, skenario berbalik bukan mustahil.