Sebuah lubang saluran air yang terangkat akibat tekanan banjir, satu benturan keras, dan motor listrik belakang SUV BYD Tang terseret di aspal. Video itu menyebar cepat di media sosial China pertengahan Juli ini. Dalam hitungan jam, warganet sudah ramai melontarkan guyonan bahwa mobil listrik asal Shenzhen itu seolah "melahirkan" komponen penggeraknya sendiri.
BYD akhirnya buka suara. Melalui layanan pelanggan resmi yang diwawancarai media pemerintah China, Langzhang News, pada 14 Juli 2026, pabrikan menegaskan insiden di Shenyang itu bukan cacat produksi. Kendaraan, menurut BYD, menghantam penutup lubang saluran air yang terangkat akibat tekanan banjir dan tersembunyi di bawah permukaan genangan. Benturannya cukup keras untuk menjebol dudukan motor penggerak belakang dari posisinya.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan memperkuat penjelasan itu dalam keterangan tertulis kepada media lokal pada 15 Juli 2026. "Kendaraan mengalami benturan keras pada bagian bawah (underbody) di mana penutup lubang saluran air di tengah jalan tersebut dalam kondisi terangkat saat terendam air dan membentur langsung bagian komponen di bawah kendaraan. Diduga fisik dan material penutup serta kondisi benturan sangat keras menyebabkan komponen tersebut sampai terlepas," kata Luther. Ia juga memastikan insiden ini tidak menyebabkan korban jiwa dan tidak berkaitan dengan kualitas produk.
Yang bikin geleng-geleng: meski motor belakang menggantung dan terseret di bawah bumper, BYD Tang itu masih bisa jalan. Lampu kendaraan tetap menyala, sistem kelistrikan utama tidak mati. Bukan pencapaian kecil untuk kendaraan yang baru saja kehilangan satu unit penggeraknya.
Klarifikasi ini agaknya bukan kebetulan datang bersamaan dengan peringatan yang sudah lebih dulu disampaikan Wakil Presiden Eksekutif BYD He Zhiqi pada 8 Juli 2026, lima hari sebelum insiden Shenyang terjadi. He saat itu mengingatkan bahwa sertifikasi ketahanan air IP67 dan IP68 pada Blade Battery dirancang sebagai perlindungan darurat, bukan lampu hijau untuk sengaja menerobos banjir. Batu, trotoar, dan benda-benda yang tidak terlihat di bawah genangan, tegasnya, tetap bisa merusak bagian bawah kendaraan meski baterai dan sistem tegangan tinggi tetap terlindungi.
Peringatan itu disampaikan menyusul konvoi bantuan BYD yang memasuki wilayah terdampak banjir di China selatan. Entah kebetulan atau tidak, insiden Shenyang datang seolah membuktikan persis apa yang He Zhiqi cemaskan.
Sampai artikel ini ditulis, BYD belum merilis laporan teknis tertulis maupun hasil investigasi formal terkait kejadian tersebut. Wawancara telepon dengan Langzhang News masih jadi satu-satunya keterangan resmi perusahaan, setidaknya itu yang dipublikasikan. Bagi konsumen yang mengandalkan mobil listrik sebagai kendaraan serba bisa di musim hujan Indonesia, ini klaim yang masih perlu dibuktikan dengan data lebih lengkap.