RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BYD Klarifikasi Insiden Tang di China: Tutup Drain...

Bisnis

BYD Klarifikasi Insiden Tang di China: Tutup Drainase, Bukan Baterai

PT BYD Motor Indonesia angkat bicara soal viral video BYD Tang yang mengalami kerusakan parah di China, menegaskan penyebabnya adalah benturan keras dari penutup saluran air, bukan cacat produk.

BYD Indonesia Komentar Soal Insiden di China: Bukan Masalah Kualitas

Video itu memang bikin orang bergidik. Sebuah SUV listrik BYD Tang terlihat rusak parah di tengah jalan, cukup dramatis untuk langsung viral dan memantik ratusan komentar soal "bahaya kendaraan listrik China."

Tapi gambaran lengkapnya jauh berbeda dari narasi yang beredar.

PT BYD Motor Indonesia akhirnya angkat bicara, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di wilayah yang saat itu dikepung banjir. Karena genangan air menutupi permukaan jalan, pengemudi tidak bisa melihat bahaya yang mengintai tepat di bawah roda mobilnya. Sebuah penutup lubang drainase berbahan besi padat terangkat dari posisinya, lalu membentur langsung bagian bawah kendaraan.

Kerusakan yang terjadi pun bisa dibayangkan: komponen underbody terlepas akibat hantaman benda besi padat saat kendaraan bergerak. Bukan kegagalan sistem. Bukan thermal runaway baterai. Murni benturan fisik yang ekstrem.

"Kendaraan mengalami benturan keras pada bagian bawah (underbody), di mana penutup lubang saluran air di tengah jalan tersebut dalam kondisi terangkat saat terendam air dan membentur langsung bagian komponen di bawah kendaraan," jelas Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dalam keterangan resminya. Luther menambahkan bahwa hantaman keras itu menyasar area vital di kolong mobil, dan tekanan ekstrem saat mobil bergerak membuat kerusakan struktural pada underbody tidak bisa dihindari.

BYD juga mengumpulkan bukti visual dari lokasi kejadian dan menyerahkannya ke pihak berwenang setempat. Foto-foto itu, menurut perusahaan, memperlihatkan area tersebut langsung dipasangi pagar pengaman setelah insiden. Tidak ada korban jiwa.

Kecepatan respons BYD Indonesia terhadap isu yang sejatinya terjadi jauh di luar yurisdiksinya patut dicatat. Agaknya, manajemen sadar betul bahwa sentimen negatif dari satu insiden di China bisa menular ke pasar Indonesia dengan cepat, di mana BYD sedang agresif membangun basis konsumen di segmen EV yang masih muda.

Isu keamanan baterai kendaraan listrik, khususnya merek asal China, memang sensitif. Sejumlah insiden kebakaran EV di beberapa negara dalam dua tahun terakhir sudah cukup membuat calon pembeli mengernyitkan dahi setiap kali ada berita buruk muncul. BYD tahu posisinya: mereka sedang membangun kepercayaan, dan satu video viral yang salah diinterpretasi bisa menggerus kepercayaan itu lebih cepat dari kampanye marketing mana pun.

Persoalannya sederhana, kalau mau jujur. Kendaraan apa pun, listrik atau konvensional, yang melindas tutup drainase besi seberat itu dalam kondisi banjir, berpotensi mengalami nasib serupa. Tidak ada floor protection yang dirancang untuk skenario seekstrem itu.

Pertanyaannya, berapa banyak jalan Indonesia yang punya masalah serupa setiap musim hujan? Yang lebih relevan buat konsumen lokal mungkin bukan soal insiden di China itu, melainkan soal proteksi garansi dan layanan purnajual BYD jika skenario ini terjadi di sini, di kota-kota yang setiap tahun akrab dengan banjir.