Antrean panjang di SPKLU, bahkan sempat berujung perselisihan antarpengguna, selama ini jadi bayangan gelap yang mengikuti narasi optimisme kendaraan listrik di Indonesia. BYD, pabrikan China yang kini memimpin penjualan EV di pasar domestik, rupanya sudah menyiapkan jawabannya sejak lama. Rabu (14/10/2026) jadi hari peluncurannya.
Di Hotel InterContinental Pondok Indah, Jakarta Selatan, BYD memperkenalkan Flash Charging beserta Blade Battery generasi kedua kepada pasar Indonesia. Angkanya cukup untuk bikin orang berhenti sejenak: pengisian dari 10 persen ke 70 persen selesai dalam 5 menit, dari 10 persen hingga 97 persen hanya butuh 9 menit. Sebagai pembanding, jaringan fast charging dan ultra fast charging yang sudah beroperasi di Indonesia rata-rata masih memakan waktu sekitar 60 menit untuk mengisi dari 20-30 persen ke penuh.
Flash Charger yang dipakai bertenaga 1.500 kW melalui satu konektor tunggal, diklaim sebagai pengisi daya konektor-tunggal berdaya tertinggi di dunia untuk produksi massal. Berpasangan dengan Blade Battery 2.0 yang sanggup menyerap daya hingga 1.000 kW, kombinasi ini bisa dikatakan menjebol batas yang selama ini dianggap inheren pada mobil listrik. "Sisa 3 persen menuju 100 persen dicadangkan untuk pengisian melalui regenerative braking," jelas Ubaedillah, Head of Aftersales BYD Motor Indonesia.
Dari sisi baterai, generasi kedua Blade Battery mencatat peningkatan kepadatan energi lebih dari 5 persen dibanding pendahulunya, sementara ketahanan terhadap degradasi naik 2,5 persen. Peningkatan ini mendorong jarak tempuh kendaraan melampaui 1.000 km berdasarkan standar CLTC China. BYD juga mengklaim telah melewati 500 siklus pengecasan Flash Charging pada baterai ini tanpa masalah berarti, setara lebih dari 300.000 km atau usia pakai 15 tahun.
Dua model yang langsung kebagian teknologi ini adalah New Danza D9 dan Danza Z9 GT, keduanya diluncurkan bersamaan. D9 dibanderol Rp 1,08 miliar OTR Jakarta. Z9 GT, yang agaknya jadi bintang utama malam itu, dijual Rp 2,25 miliar CBU dari China.
5,18 meter panjangnya. Grand tourer itu dibekali tiga motor listrik dengan total tenaga 1.156 PS dan torsi 1.210 Nm, akselerasi 0-100 km/jam diklaim 2,7 detik. Yang lebih mengusik perhatian adalah sistem gerak roda belakang independen yang memungkinkan manuver diagonal hingga 15 derajat, compass turn 360 derajat, dan radius putar 4,62 meter. Interior Z9 GT dilapis kulit asli, ada kulkas mini, layar digital besar, sistem audio Devialet 20 speaker. Jarak tempuhnya dengan Blade Battery 2.0 mencapai 701 km berdasarkan siklus uji NEDC.
Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao menegaskan bahwa Flash Charging tidak akan berhenti di dua model Danza saja. BYD M6 EV dan Atto 2 sudah dalam pipeline untuk menerima teknologi baterai terbaru ini. "Nantinya, mayoritas produk kami akan memiliki kemampuan flash charging. Khususnya BYD M6 yang lahir terutama karena pasar Indonesia," kata Zhao.
Soal infrastruktur, BYD memulai dengan 10 unit Flash Charger di diler-diler Danza pada tahap awal 2026, dengan komitmen membangun 100 stasiun hingga akhir tahun. Titik pengisian tidak hanya di diler, tapi juga di lokasi umum, termasuk jalur mudik. "Sebelum musim mudik 2027 berlangsung, sudah ada Flash Charging Station di jalur mudik," kata Zhao. BYD juga tengah menjajaki kolaborasi dengan PT PLN (Persero) untuk perluasan jaringan.
Soal tarif, manajemen masih tutup mulut. Zhao hanya bilang akan mengikuti standar pemerintah dan "sangat fleksibel". Yang jelas, pembeli Danza D9 dan Z9 GT mendapat fasilitas Flash Charging gratis selama satu tahun pertama.
Satu hal yang patut dicermati, kalau data ini bisa dipercaya: Flash Charging pertama kali diluncurkan di China baru pada Maret 2026, dan BYD sudah membawanya ke Indonesia tujuh bulan kemudian. Di negeri asalnya, jaringan ini sudah mencapai 12.165 stasiun per 7 Oktober 2026. Indonesia dapat jatah 100 unit sampai akhir tahun. Kesenjangan itu, setidaknya untuk sementara, masih cukup lebar.