MINGGU, 11 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Bursa Sepi Empat Hari, Jumat 29 Mei Tetap Buka dan...

Bisnis

Bursa Sepi Empat Hari, Jumat 29 Mei Tetap Buka dan Jadi Deadline MSCI

BEI libur dua hari penuh untuk Idul Adha dan cuti bersama, tapi Jumat 29 Mei tetap beroperasi normal. Hari itu juga jadi tenggat akhir rebalancing MSCI yang bakal menendang 18 saham dari indeks global.

Jadwal Bursa Saham: Libur 27-28 Mei, Buka Lagi 29 Mei 2026

Pekan terakhir Mei 2026 praktis cuma punya tiga hari perdagangan efektif, dan salah satunya membawa bobot yang tidak ringan.

Bursa Efek Indonesia menetapkan libur perdagangan pada Rabu (27/5) dan Kamis (28/5), masing-masing untuk Hari Raya Idul Adha 1447 H dan cuti bersama berdasarkan SKB 3 Menteri. Jumat (29/5) tidak ikut libur, meski posisinya kejepit di antara dua hari libur dan akhir pekan panjang.

Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik tidak ragu soal ini. "Kalender bursa kan sudah disampaikan jauh-jauh hari, ya. Hari Jumat itu adalah hari bursa," ujarnya, Selasa (26/5). Tidak ada wacana penambahan cuti bersama dari sisi BEI.

Setelah Jumat, pelaku pasar harus bersabar lagi. Senin (1/6) bursa tutup untuk Hari Lahir Pancasila. Dari lima hari kalender pekan ini, hanya Senin-Selasa dan Jumat yang benar-benar aktif buat transaksi. Sepanjang Mei 2026, total hari bursa tercatat 16 hari dari keseluruhan 239 hari bursa tahun ini.

Tapi Jumat ini bukan sekadar hari kejepit biasa. Tanggal 29 Mei sekaligus menjadi tenggat akhir efektif rebalancing MSCI, yang perubahan indeksnya berlaku mulai 1 Juni 2026. Delapan belas saham didepak dari sejumlah indeks MSCI, termasuk lima nama dari MSCI Global Standard Index. Di antaranya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Saham-saham ini berpotensi kena tekanan jual dari fund manager global yang wajib menyesuaikan portofolio dengan komposisi indeks baru.

Volume transaksi hari itu bisa jadi tidak mencerminkan sentimen fundamental sama sekali. Murni aksi penyesuaian mekanis dari investor institusional. Situasi yang agaknya tidak ideal bagi investor ritel yang tidak paham konteksnya.

Satu hal patut dicermati: likuiditas Jumat pagi kemungkinan tipis. Banyak pelaku pasar besar, entah kebetulan atau tidak, tampaknya sudah "beres" di Senin-Selasa sebelum libur panjang dimulai. Rebalancing MSCI di sesi penutupan bisa memicu pergerakan harga yang menyesatkan, terutama bagi yang membaca angka tanpa tahu cerita di baliknya.