SELASA, 13 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Bursa Asia Waswas Jelang Pidato Warsh di Jackson H...

Bisnis

Bursa Asia Waswas Jelang Pidato Warsh di Jackson Hole

Pasar saham Asia diperkirakan dibuka melemah tipis pada Jumat, sementara mata uang regional cenderung stagnan jelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh yang dinantikan pelaku pasar global.

Bursa Saham Asia Dibayangi Pidato Kevin Warsh - Market

Sepanjang Kamis malam hingga dini hari, satu nama mendominasi obrolan di ruang trading: Kevin Warsh. Ketua Federal Reserve itu dijadwalkan berpidato di Jackson Hole, dan sebagian pelaku pasar sudah ancang-ancang, khawatir nadanya bakal lebih hawkish dari yang diharapkan.

Kontrak berjangka indeks saham Korea Selatan dan Hong Kong mengindikasikan penurunan di awal sesi Jumat. Kontrak Jepang relatif datar. Dollar AS ikut stagnan, nyaris tak bergerak, karena pasar menahan diri sebelum ada kepastian dari Warsh.

Satu pengecualian: won Korea Selatan. Mata uang ini justru menguat hingga menyentuh level tertinggi dalam 13 bulan, anomali kecil yang agaknya lebih mencerminkan dinamika lokal ketimbang sentimen regional.

Nvidia jadi motor tersendiri semalam. Saham perusahaan semikonduktor itu melesat hampir 9%, kenaikan harian terbesar sejak April 2025, setelah manajemen merilis prospek bisnis yang bullish. Optimisme terhadap ekosistem AI tersulut, mendorong saham-saham teknologi menguat di Wall Street, meski kontrak berjangka saham AS pada akhirnya sedikit amblas.

Euforia Nvidia, jujur saja, belum cukup kuat untuk meredam kecemasan pasar terhadap apa yang akan keluar dari mulut Warsh. Pertanyaannya sederhana: seberapa hawkish?

Treasury AS melemah untuk hari kedua berturut-turut, dengan imbal hasil terkerek 2 hingga 3 basis poin di seluruh kurva. Kenaikan yield ini mencerminkan ekspektasi bahwa Warsh tidak akan buru-buru membuka pintu bagi pemangkasan suku bunga, setidaknya itu klaim yang beredar, dan masih perlu dibuktikan sampai kata pertama pidatonya terucap.

Dari pasar komoditas, minyak mentah AS turut menguat setelah sinyal bahwa upaya diplomatik terkait Selat Hormuz kembali menemui jalan buntu. Ketegangan di jalur pelayaran kritis itu cukup untuk mengganjal optimisme pasokan.

Bagi investor lokal dengan eksposur ke saham energi atau emiten berutang dolar, pidato Warsh malam ini bisa jadi penentu arah jangka pendek. Satu kalimat hawkish saja sudah cukup memicu pergerakan di pasar obligasi dan memberi tekanan pada rupiah.