RABU, 14 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  Bright Gas Turun Harga, Pertamina Datangkan 45.900...

Bisnis

Bright Gas Turun Harga, Pertamina Datangkan 45.900 Ton LPG dari Texas

Harga Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg resmi dipangkas per 14 Juli 2026. Di saat bersamaan, Pertamina mendatangkan hampir 46 ribu metrik ton LPG dari Amerika Serikat untuk perkuat stok nasional.

Daftar Harga Elpiji Terbaru Hari Ini 15 Juli, Bright Gas Turun

Pertamina Patra Niaga memangkas harga LPG nonsubsidi Bright Gas mulai 14 Juli 2026. Bersamaan dengan itu, kapal tanker raksasa baru saja merapat membawa hampir 46 ribu metrik ton pasokan gas dari Freeport, Texas, perjalanan lintas samudra yang dimulai sejak akhir Mei lalu.

Untuk varian 12 kilogram, harga turun dari Rp228 ribu menjadi Rp220 ribu per tabung, hemat Rp8 ribu. Bright Gas 5,5 kg ikut terkoreksi dari Rp107 ribu ke Rp103 ribu, atau lebih murah Rp4 ribu. Penyesuaian ini berlaku seragam di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Tidak besar memang. Tapi sinyal arahnya jelas.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, Ahad Rahedi, menyebut penyesuaian ini bagian dari evaluasi berkala yang mempertimbangkan kondisi pasar dan biaya pengadaan. "Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk perkembangan harga energi dan biaya pengadaan," ungkap Ahad pada Rabu (15/7/2026).

Dari mana pasokan itu datang? Kapal Armada Pertamina Gas 1 (PG1) bertolak dari Freeport, Texas pada 29 Mei 2026, tiba membawa sekitar 45,9 ribu metrik ton LPG: 23 ribu metrik ton propane dan 22,8 ribu metrik ton butane. Kalau dikonversi ke tabung 3 kilogram, setara 15,2 juta tabung. Bukan angka enteng.

Sekitar 26 ribu metrik ton dibongkar di Terminal LPG Sekong, Banten. Sisanya, 19,9 ribu metrik ton, masuk ke Terminal LPG Arun di Aceh. Dari dua titik itu, distribusi mengalir lewat jaringan infrastruktur Pertamina ke seluruh penjuru negeri.

Kitty Andhora dari Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmen perusahaan soal rantai pasok ini. "Pertamina Patra Niaga terus memastikan setiap mata rantai pasok, mulai dari pengadaan hingga distribusi, berjalan secara terintegrasi agar kebutuhan energi masyarakat dan sektor produktif tetap terpenuhi," kata Kitty, dikutip Antara News, Senin (13/7/2026).

Pertanyaannya, kebetulan atau terencana? Penurunan harga Bright Gas ini persis bertepatan dengan momen stok sedang diperkuat besar-besaran dari luar negeri. Agaknya Pertamina ingin mengirim dua pesan sekaligus kepada pasar: pasokan aman, harga sedang bergerak ke arah yang lebih ramah di kantong.

Bagi konsumen segmen menengah yang selama ini mengandalkan Bright Gas sebagai alternatif LPG subsidi 3 kg, penurunan ini memberi sedikit ruang napas. Pertamina memastikan stok di jaringan agen dan pangkalan resmi dalam kondisi aman. Setidaknya untuk saat ini.