Peluncuran produk audio bisa biasa-biasa saja. Tapi ketika Bose memilih momen ini untuk membangkitkan kembali lini ikoniknya, sinyal yang dikirimkan ke pasar cukup terang: ini bukan sekadar rilis produk baru, ini serangan terukur ke Sonos.
Pada 5 Mei 2026, Bose mengumumkan Lifestyle Collection, terdiri dari tiga perangkat: Lifestyle Ultra Speaker seharga $299 (sekitar Rp4,8 juta), Lifestyle Ultra Soundbar seharga $1.099 (sekitar Rp17,8 juta), dan Lifestyle Ultra Subwoofer seharga $899 (sekitar Rp14,6 juta). Pre-order sudah dibuka. Pengiriman dijadwalkan mulai 15 Mei. Saham Sonos merespons dengan cara yang paling fasih: turun.
Lini Lifestyle bukan nama asing. Pertama kali diluncurkan pada 1990, merek ini dikenal karena kesederhanaan dan kemudahan pakai, sebelum Bose memensiunkannya pada 2022. Comeback-nya kini hadir dengan desain grille berbungkus kain, lekukan lembut, dan filosofi yang bertolak belakang dari pendekatan ekosistem tertutup yang selama ini jadi andalan pemain audio rumahan.
Tidak ada aplikasi kontrol proprietary. Itu kuncinya.
Bose secara eksplisit memilih Google Cast, Apple AirPlay, dan Spotify Connect sebagai tulang punggung konektivitasnya. Aplikasi Bose sendiri kini hanya berfungsi untuk setup awal dan kalibrasi menggunakan mikrofon ponsel. Setelah itu, pengguna bisa mengelompokkan speaker dari berbagai merek lewat Google Home atau AirPlay tanpa harus terjebak dalam satu ekosistem tertutup.
Keputusan ini agaknya bukan tanpa kalkulasi. Bose secara tersirat menunjuk ke arah Sonos: dua tahun lalu, keluhan massal pengguna terhadap aplikasi Sonos yang bermasalah pasca-peluncuran headphone berujung pada krisis kepercayaan dan mundurnya CEO jangka panjang Patrick Spence. Ironis, karena keduanya sama-sama jadi pionir teknologi audio multi-ruangan. Tapi pasar tidak menunggu.
Dari sisi spesifikasi, Bose tidak setengah-setengah. Ultra Soundbar, yang menggantikan Smart Ultra Soundbar generasi sebelumnya, mendukung Dolby Atmos dan Alexa Plus (khusus pasar AS), serta dibekali dua PhaseGuides, enam driver full-range, dua driver menghadap ke atas, empat driver depan, dan satu tweeter di tengah. Desainnya memadukan kaca dan kain, mengingatkan pada soundbar pendahulunya.
Ultra Speaker punya tiga driver: dua di depan, satu menghadap ke atas untuk efek spasial. Teknologi CleanBass menggabungkan bukaan akustik QuietPort dengan woofer untuk bass yang diklaim dalam di luar kelasnya. Ada input aux 3,5 mm untuk menghubungkan turntable. Dua unit bisa dipasangkan sebagai sistem stereo. Bose menyebut Ultra Speaker sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah panjang perusahaan. Klaim yang masih perlu dibuktikan di telinga pengguna nyata.
Salah satu jurnalis yang menjajal koleksi ini sebelum peluncuran menyebut musik melalui Ultra Speaker terdengar menggema dan penuh tanpa mengaburkan vokal, sementara klip film Dune yang diputar lewat Ultra Soundbar benar-benar membuat lantai bergetar.
Satu catatan bagi yang punya ekosistem Bose lama: kompatibilitas mundur terbatas. Lini Lifestyle baru hanya bisa tersambung ke Bass Module 700, itupun lewat kabel saja. Bukan tanpa konsekuensi bagi pengguna setia yang sudah investasi di sistem Bose sebelumnya.
Namun justru di situ Bose bermain cerdik. Sasarannya bukan pengguna lama, melainkan mereka yang selama ini ragu masuk ekosistem audio premium karena takut terkunci. Dengan mengandalkan standar terbuka seperti AirPlay dan Google Cast, pengguna non-Bose pun bisa bergabung dalam jaringan yang sama. Strategi yang, entah kebetulan atau tidak, persis berlawanan dengan apa yang membuat Sonos tersandung.