KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  BMRI Tebar Dividen Rp476,95 per Saham, Yield 7,34%...

Finansial

BMRI Tebar Dividen Rp476,95 per Saham, Yield 7,34% Bersaing Ketat dengan Obligasi

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk resmi menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp476,95 per saham dengan total nilai Rp44,47 triliun, setara payout ratio 79% dari laba bersih konsolidasi.

Rp44,47 triliun. Angka itu yang diputuskan pemegang saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk dikembalikan ke investor sebagai dividen tahun buku 2025, setara 79% dari laba bersih konsolidasian senilai Rp56,29 triliun.

Keputusan ini diketok dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang berlangsung 29 April 2026. Total dividen per saham ditetapkan Rp476,9569. Sebagian sudah cair lebih dulu: Rp100 per saham dibayar sebagai dividen interim pada 14 Januari 2026. Sisanya, Rp376,95 per saham senilai Rp35,14 triliun, tinggal menunggu jadwal pembayaran final.

Buat yang ingin mengejar hak dividen ini, cum date di pasar reguler dan negosiasi jatuh 8 Mei 2026. Lewat tanggal itu, saham sudah ex dividen. Recording date 12 Mei 2026. Pembayaran masuk rekening 25 Mei 2026.

Dari sisi yield, angkanya cukup bikin investor income melirik. Dengan asumsi harga saham Rp6.500, dividend yield total menyentuh sekitar 7,34%, sementara yield dari dividen final saja sekitar 5,8%. Tidak main-main. Tren suku bunga yang mulai turun membuat angka segini bersaing ketat dengan instrumen pendapatan tetap seperti obligasi negara ritel.

Payout ratio 79% agaknya jadi perdebatan tersendiri. Satu sisi, ini sinyal manajemen bahwa kondisi keuangan cukup solid untuk mendistribusikan hampir empat perlima laba. Pertanyaannya: apakah ruang untuk ekspansi organik tidak terkompres dengan porsi distribusi setinggi ini? Persaingan kredit antarbank BUMN makin sengit, dan itu bukan cerita baru.

Satu hal yang kerap luput dari radar investor ritel: RUPST juga menyetujui program buyback saham hingga Rp1,167 triliun. Lazimnya, langkah ini dibaca pasar sebagai kombinasi manajemen modal dan program kepemilikan saham pegawai. Kalau dua aksi korporasi ini berjalan bersamaan, ada potensi pressure support terhadap harga saham dalam beberapa bulan ke depan, entah kebetulan atau tidak.

BMRI sendiri tercatat sebagai bank dengan nilai aset terbesar di Indonesia. Setiap keputusan distribusi labanya selalu menarik perhatian lebih dari sekadar pelaku pasar domestik.

Cum date tinggal hitungan hari. Investor yang belum masuk tapi tertarik mengejar dividen final perlu bergerak cepat. Yang sudah nyangkut di harga atas? Setidaknya ada sedikit obat dari dividen ini.