Lebih dari satu dekade setelah rilisnya, Call of Duty: Black Ops dan Black Ops 2 akhirnya akan mendarat resmi di konsol PlayStation. Treyarch mengonfirmasi lewat akun resmi mereka bahwa Iron Galaxy Studios, studio port berpengalaman, telah menangani proyek ini, dengan kedua judul dijadwalkan hadir pada Juli 2026, meski tanggal pasti belum diumumkan.
Ini bukan remake, bukan remaster. Treyarch menegaskan yang datang adalah porting murni dari versi aslinya, lengkap dengan tiga pilar yang membuat seri ini legendaris: campaign, multiplayer, dan mode Zombies. Bagi pengguna PS4 dan PS5, ini berarti akses native pertama kali ke dua judul yang bertahun-tahun hanya bisa dinikmati lewat streaming PlayStation Plus Premium, dengan kualitas yang jauh dari ideal akibat keterbatasan backward compatibility untuk judul-judul era PS3.
Kabar ini, jujur saja, ibarat pedang bermata dua. Komunitas PlayStation menyambutnya dengan antusias, terutama para veteran mode Zombies yang sudah lama menginginkan cara bermain lebih layak di konsol modern. Basis pengguna Xbox dan PC? Reaksinya berbeda jauh.
Akar kekecewaan mereka bisa dipahami. Hampir tiga tahun berlalu sejak Microsoft merampungkan akuisisi Activision Blizzard, namun Black Ops dan Black Ops 2 belum juga masuk ke Game Pass. Versi Xbox yang ada berjalan lewat program Backward Compatibility sejak 2016, masih tertatih di resolusi 720p tanpa peningkatan visual yang berarti. Server keduanya kondisinya memprihatinkan, dipenuhi peretas. DLC masih dijual dengan harga penuh.
Meledak. Begitulah reaksi komunitas ketika Microsoft justru mengumumkan port untuk platform kompetitor sebelum memperbaiki pengalaman di rumah sendiri. Belum ada pernyataan resmi soal patch, pembersihan server, atau peningkatan resolusi untuk versi Xbox dan PC yang sudah ada.
Secara strategis, langkah ini agaknya mencerminkan komitmen Microsoft menjaga relevansi Call of Duty sebagai franchise multi-platform pasca-akuisisi, sesuatu yang memang sudah mereka janjikan ke regulator sejak awal. Tapi mengeksekusinya dengan mengutamakan port ke Sony sebelum memperbaiki fondasi di platform sendiri, entah kebetulan atau tidak, adalah keputusan yang membuat sebagian pelaku industri mengernyitkan dahi.
Beberapa detail penting masih menggantung: apakah DLC disertakan dalam paket atau dijual terpisah, berapa harga yang dipatok, ada tidaknya cross-play, dan apakah versi PlayStation ini mendapat peningkatan visual dibanding versi aslinya. Pertanyaannya, berapa lama fans sabar menunggu jawaban itu? Informasi soal ini diperkirakan baru dibuka menjelang peluncuran Juli mendatang.
Bagi penggemar FPS yang tumbuh besar dengan Mason, Woods, dan kawanan Zombies di Kino der Toten, Juli mendatang terasa seperti reuni lama yang tertunda. Satu pertanyaan masih menggantung: apakah Microsoft juga akan memberi kado serupa buat basis penggemar setianya sendiri?