KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Terseret ke $64 Ribu, Pasar Kripto Tunggu...

Finansial

Bitcoin Terseret ke $64 Ribu, Pasar Kripto Tunggu Sinyal Fed

Bitcoin tertekan ke kisaran $64.000 seiring sikap hawkish Federal Reserve dan ketidakpastian geopolitik dari pernyataan Trump soal Iran. Pasar kripto masuk fase konsolidasi dengan sentimen wait-and-see.

Fed holds rates, drops forward guidance; Bitcoi... | Pluang – Crypto, Stocks, Gold & Funds

Bitcoin kembali terseret ke kisaran $64.000, tertekan dua hal yang sudah cukup familiar: sikap Federal Reserve yang masih keras dan kekhawatiran geopolitik yang muncul lagi dari arah Timur Tengah.

Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan moneter AS, khususnya pandangan Ketua Fed Kevin Warsh yang dinilai condong hawkish. Setiap sinyal pengetatan dari FOMC biasanya cukup untuk membuat aset berisiko seperti Bitcoin dan Ethereum kehilangan daya tarik, setidaknya dalam jangka pendek. Hampir bersamaan, komentar Presiden Donald Trump soal Iran kembali menyulut kecemasan geopolitik. Kesepakatan damai yang sempat mencuat tak banyak membantu memulihkan sentimen.

Secara historis, ketegangan geopolitik yang meningkat cenderung mendorong investor kabur dari aset spekulatif menuju instrumen yang dianggap lebih aman. Kombinasi kebijakan moneter ketat plus ketidakpastian geopolitik, agaknya cukup untuk membuat pasar kripto stagnan tanpa arah yang jelas.

Kondisi saat ini lebih tepat disebut konsolidasi ketimbang koreksi. Tidak ada kepanikan massal, tidak ada aksi jual besar-besaran yang terkoordinasi. Pasar sekadar menunggu. Investor mencerna data ekonomi AS, memantau perkembangan situasi Iran, dan menahan diri sebelum berani masang posisi lebih besar.

Sebagian pelaku pasar masih menyimpan harapan bahwa pelonggaran kebijakan moneter suatu saat akan jadi katalis positif bagi aset digital. Bukan main jumlah likuiditas yang bisa mengalir ke kripto kalau Fed akhirnya banting setir. Tapi harapan itu masih bergantung pada data inflasi dan keputusan FOMC, dua variabel yang sampai sekarang belum memberikan kepastian.

Sisi geopolitik juga belum sepenuhnya reda. Trump dan Iran adalah kombinasi yang sudah berkali-kali bikin pasar deg-degan. Pertanyaannya, berapa lama kondisi fragile ini bisa bertahan sebelum ada satu pemicu yang bikin semuanya bergerak?

Buat investor ritel, fase seperti ini memang paling menyiksa. Tidak turun cukup dalam untuk dianggap peluang beli murah, tapi juga tidak naik cukup kuat untuk meyakinkan bahwa tren bullish masih utuh. Tunggu saja, dan jangan nyangkut di keputusan impulsif.