KAMIS, 17 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Finansial  ›  Bitcoin Dihajar Usai FOMC: Era Warsh Dibuka dengan...

Finansial

Bitcoin Dihajar Usai FOMC: Era Warsh Dibuka dengan Nada Hawkish

Federal Reserve di bawah Ketua baru Kevin Warsh mempertahankan suku bunga di 3,50%-3,75%, tapi sinyal dot plot dan retorika anti-inflasi yang keras langsung menghajar pasar kripto.

Federal Reserve Building in Washington D.C.

Bitcoin diperdagangkan di kisaran $64.357 setelah rapat FOMC pertama yang dipimpin Kevin Warsh berakhir lebih hawkish dari yang banyak diantisipasi pasar. Koreksi harian mendekati 2% ini bukan sekadar profit-taking biasa, tapi respons langsung terhadap pergeseran nada kebijakan moneter AS yang kini memasuki babak baru.

Suku bunga memang tidak berubah, tetap di rentang 3,50%-3,75%. Tapi angka itu bukan inti ceritanya. Yang bikin pasar nervous adalah dot plot terbaru yang memperlihatkan split 9-9 di antara anggota komite, dengan median proyeksi kini condong ke potensi kenaikan 25 bps sebelum tahun 2026 berakhir. Kontrak berjangka dana Fed sebelumnya sudah memasukkan probabilitas 80% untuk kenaikan di Desember 2026, dan dot plot yang keluar tidak memberi alasan untuk merevisi angka itu ke bawah.

Warsh menambahkan tekanan tersendiri. Pernyataan FOMC dipangkas drastis menjadi hanya 130 kata, sinyal jelas bahwa era forward guidance yang verbos sudah berakhir. Ia juga mengonfirmasi tidak memasukkan proyeksi pribadinya ke dalam Summary of Economic Projections, konsisten dengan kritiknya bahwa panduan eksplisit terlalu membatasi fleksibilitas kebijakan. Lima satuan tugas baru dibentuk untuk mengevaluasi segalanya, mulai dari strategi komunikasi hingga dampak AI terhadap produktivitas tenaga kerja. Pernyataannya di depan Senat bahwa Presiden Trump tidak pernah memintanya menjanjikan penurunan suku bunga turut memperkuat narasi higher-for-longer.

Imbal hasil Treasury 2 tahun langsung melonjak 14,4 bps. Pasar obligasi bereaksi sebelum pasar kripto sempat tutup posisi.

Ethereum ikut terseret, turun 2,23% ke $1.748, meski secara mingguan masih mencatat kenaikan 6,84%. Hyperliquid (HYPE) dihajar lebih dalam, minus 4% harian ke $71,71, meski kinerja mingguan yang naik 32,27% masih membuatnya jadi salah satu outperformer pekan ini. Zcash (ZEC) amblas 5,78% ke $479,74 setelah kehilangan daya tarik sebagai instrumen lindung nilai geopolitik seiring meredanya ketegangan AS-Iran.

Menjelang keputusan ini, crypto whale bergerak dengan kalkulasi yang tidak sederhana. Di Chainlink (LINK), saldo spot whale naik hampir 4 juta token menjadi 668,18 juta dalam beberapa hari terakhir, senilai sekitar $33 juta. Tapi di sisi derivatif, tiga kelompok whale di Nansen semuanya bergerak net short, dengan smart money yang sudah di posisi short mengantongi profit sementara yang long menderita rugi sekitar $1,3 juta. Strategi klasik: akumulasi spot, hedge ketat di perps.

Cerita berbeda terjadi di Uniswap (UNI). Whale justru melepas sekitar 2 juta token dari saldo spot-nya meski harga UNI sempat melonjak sekitar 23%, didorong target harga $100 dari Standard Chartered dan listing tokenized stocks baru. Ketika holder besar justru distribusi saat reli, biasanya itu pertanda resistance berat di depan. Posisi short di perps UNI pun semakin tebal, dengan smart money menahan sekitar 95% eksposurnya di sisi pendek.

Yang paling menarik agaknya Ondo Finance (ONDO), token RWA yang pasokan spot whale-nya bertambah 80 juta token menjadi 7,9 miliar dalam beberapa hari. TVL-nya mendekati $3,7 miliar, dan narasi tokenisasi obligasi pemerintah terus mendapat angin dari proyeksi Standard Chartered yang memperkirakan pasar DeFi bisa tembus $2,7 triliun pada 2030. Tapi di Hyperliquid, posisi short whale terkonsentrasi kuat antara $0,38 hingga $0,54, total net short sekitar $2,56 juta. Setup ini rawan short squeeze kalau spot buying terus mengalir.

Konteks makro sebenarnya tidak sepenuhnya gelap. Imbal hasil Treasury 10 tahun sudah menarik balik ke 4,43% dari puncak di atas 4,55%. Minyak mentah Brent bertengger di $75, level pra-konflik, setelah IEA memangkas proyeksi permintaan global dan memperingatkan potensi oversupply pada 2027. Kalau Warsh mau, ia punya banyak amunisi untuk memberi sinyal dovish: disinflasi yang didorong AI, harga energi yang melandai, dan pemulihan geopolitik pasca-gencatan senjata AS-Iran. Ia memilih untuk tidak menggunakannya. Bukan kebetulan.

Kepemimpinan Warsh menyimpan dikotomi yang tidak mudah dibaca bagi pasar kripto. Jangka pendek jelas berat: likuiditas global tertekan, risk appetite terkikis. Tapi pandangannya yang mengategorikan Bitcoin sebagai "emas digital" dan posisinya sebagai Ketua Fed pertama dengan literasi mendalam terhadap arsitektur kripto global bisa menjadi fondasi kepercayaan institusional yang lebih kuat untuk BTC dalam siklus berikutnya. Buat altcoin yang disebutnya sebagai "software yang berpura-pura menjadi uang"? Prospeknya jauh kurang menyenangkan.

Target teknikal berikutnya untuk Bitcoin ada di $68.900 jika pemulihan berlanjut. Tapi selama nada hawkish Warsh belum berubah, rentang $63.000-$65.000 agaknya masih jadi medan pertempuran utama.