SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BI Rombak 12 Pejabat, Perry Warjiyo Fokus pada Tra...

Bisnis

BI Rombak 12 Pejabat, Perry Warjiyo Fokus pada Transformasi Organisasi

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo melantik 12 pemimpin satuan kerja baru pada 17 Juli 2026, setelah Rapat Evaluasi Kinerja BI 2026. Langkah ini disebut bagian dari transformasi organisasi untuk memperkuat efektivitas tugas bank sentral.

BI Rombak Jajaran Pimpinan, Perry Warjiyo Lantik 12 Pejabat Baru

Sehari setelah Rapat Evaluasi Kinerja Bank Indonesia 2026 tuntas digelar, Perry Warjiyo langsung bergerak. Gubernur BI itu melantik 12 pemimpin satuan kerja di Jakarta, Jumat (17/7/2026), dalam satu langkah yang ia bingkai sebagai bagian dari transformasi organisasi dan penguatan kepemimpinan bank sentral.

Bukan rotasi rutin biasa. Pelantikan ini digelar tepat setelah rapat yang membahas capaian kinerja 2026 sekaligus arah program prioritas BI untuk 2027, yang artinya susunan kepemimpinan baru ini memang dirancang untuk mendukung agenda yang sudah ditetapkan di rapat tersebut.

Perry menyampaikan harapannya agar para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan program-program strategis BI secara efektif. Ia juga menekankan pentingnya sinergi, kolaborasi, dan koordinasi yang lebih erat dengan pemangku kepentingan demi menjaga ketahanan perekonomian nasional.

Dari daftar yang dilantik, beberapa nama mendarat di posisi yang agaknya cukup krusial. Elsya M.S. Chani, sebelumnya Kepala Grup Departemen Internasional, naik menjadi Kepala Departemen Ekonomi Keuangan Inklusif dan Hijau, posisi itu sendiri semakin berat bobotnya seiring tekanan global soal transisi energi dan keuangan berkelanjutan. Efektif mulai September 2026. Sally M. Hutapea, yang sebelumnya berkarir di Departemen Hukum sebagai Kepala Grup, kini menggenggam kendali di Departemen Surveilans Sistem Pembayaran dan Perlindungan Konsumen, berlaku paling lambat akhir Juli ini.

Dua posisi lain diisi Arief Rachman sebagai Plt. Kepala Departemen Pengembangan Pasar Keuangan dan Yulistian Pancawijaya sebagai Plt. Kepala Departemen Inovasi dan Digitalisasi Data. Keduanya naik dari level kepala grup, meski masih berstatus pelaksana tugas. Status Plt. ini patut dicermati: bisa jadi cerminan transisi yang belum selesai, atau memang sengaja dipilih sambil menunggu kandidat definitif. Arief efektif September, Yulistian baru Oktober.

Imaduddin Sahabat mengisi pos Plt. Kepala Departemen Komunikasi. M. Agung Hastowo, sebelumnya Advisor Unit Khusus Pembangunan SPU, DC, dan BRS, kini resmi memimpin unit yang sama, efektif paling lambat 31 Juli. Jejak kariernya di unit itu sendiri mungkin yang membuat perpindahan ini terasa bak gayung bersambut.

Jajaran perwakilan juga ikut dirombak. Di luar negeri, Juli Budi Winantya ditempatkan di Tokyo, R. Triwahyono di New York. Di dalam negeri, tiga kepala perwakilan baru dilantik: Surya Alamsyah untuk Maluku, Aswin Gantina untuk Purwokerto, Agus Taufik untuk Kalimantan Utara, dan Yudo Herlambang di Lhokseumawe.

Soal kapan mereka resmi bertugas, tidak serentak. Sebagian jabatan efektif Juli ini, sebagian lagi baru berlaku antara September hingga Oktober 2026. Rentang itu memberi gambaran bahwa serah terima berjalan bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing satuan kerja, bukan dikejar satu tenggat tunggal.

Pertanyaannya kini, apakah wajah-wajah baru ini cukup untuk mendorong agenda BI di 2027 yang kian berat? Tekanan suku bunga global belum reda. Perlambatan ekonomi domestik juga belum benar-benar berakhir. Kalau data dan konteks ini bisa jadi pegangan, jawabannya akan ketahuan dalam dua-tiga kuartal ke depan.