KAMIS, 8 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  BBM Nonsubsidi Kompak Turun Juli 2026, Dexlite Amb...

Bisnis

BBM Nonsubsidi Kompak Turun Juli 2026, Dexlite Ambles 14%

Pertamina resmi memangkas harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex mulai 1 Juli 2026, dengan penurunan terbesar mencapai 15% untuk Pertamina Dex. Pertalite dan Biosolar tidak berubah.

Bagaimana Cara Harga Jual BBM Nonsubsidi Ditentukan?

Harga Dexlite di SPBU Pertamina per 1 Juli 2026 turun ke Rp19.700 per liter dari sebelumnya Rp23.000. Anjlok 14% dalam sebulan. Penurunan serupa dialami Pertamina Dex yang longsor 15% dari Rp24.800 menjadi Rp21.150 per liter, serta Pertamax Turbo yang tergerus 7% dari Rp20.750 ke Rp19.300 per liter. Tiga serangkai BBM premium ini kompak terkoreksi setelah PT Pertamina Patra Niaga menyelesaikan evaluasi berkala bulanannya.

Pengguna Pertamax biasa? Harus bersabar. Harga Pertamax RON 92 masih dipatok Rp16.250 per liter, sama seperti Juni lalu. Pertamax Green 95 pun bertahan di Rp17.000 per liter. Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter, tak ada yang bergerak.

Kapan giliran Pertamax turun? Agaknya belum bisa dijawab sekarang. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebut seluruh penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengikuti formula yang ditetapkan pemerintah, dengan evaluasi rutin tiap bulan kecuali ada kebijakan khusus. "Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Selasa (30/6/2026).

Tiga variabel masuk dalam kalkulasi itu: harga minyak mentah dunia, aspek fiskal, dan daya beli masyarakat. Ketiganya yang menentukan apakah bulan depan ada penyesuaian lagi atau harga kembali membeku.

Pertamina bukan satu-satunya yang bergerak. SPBU swasta ikut menyesuaikan harga di segmen diesel premium. BP-AKR memangkas BP Ultimate Diesel dari Rp25.060 ke Rp21.340 per liter. Shell Indonesia menurunkan Shell V-Power Diesel dari Rp24.490 ke angka yang sama, Rp21.340 per liter. Vivo mematok Diesel Primus juga di Rp21.340 per liter. Bak gayung bersambut, ketiga pemain swasta ini mendarat di titik harga yang identik untuk diesel premium. Untuk bensin, BP 92 dan Revvo 92 sama-sama dibanderol Rp16.670 per liter.

Satu hal yang kerap luput: harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia. Di Sulawesi, dengan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 7,5%, Dexlite berlaku di Rp20.150 per liter. Di Jawa, harganya Rp19.700 per liter. Perbedaan ini murni soal besaran PBBKB yang ditetapkan masing-masing pemerintah daerah.

Penurunan di Sulawesi pun tidak kecil. Pertamina Dex di sana ambles Rp3.700 per liter atau 14,6%, sementara Dexlite turun Rp3.350 per liter. Angka yang lumayan besar bagi pelaku usaha logistik dan transportasi yang selama ini mengandalkan diesel nonsubsidi untuk operasional harian.

Bagi pengguna kendaraan diesel, baik pribadi maupun armada komersial, penurunan Juli ini cukup meringankan. Bagi pemilik kendaraan berbahan bakar bensin yang mengisi Pertamax, ceritanya berbeda. Mereka menunggu evaluasi berikutnya, yang baru bisa terjawab awal Agustus, kalau data harga minyak dunia bulan ini bisa dipercaya sebagai patokan.