Perdagangan perdana setelah libur panjang Waisak tidak langsung membawa angin segar. Di Bursa Efek Indonesia pada Senin (2/6), investor asing masih kompak melepas saham, meski tekanannya jauh mereda dibanding sesi terakhir pekan lalu.
Net sell asing tercatat 777,79 juta lembar, turun lebih dari separuh dari 1,65 miliar lembar yang dibukukan pada Jumat (29/5). Volume perdagangan asing pun amblas, dari kisaran 37 miliar lembar menjadi sekitar 6 miliar lembar. Foreign buy tercatat 6,05 miliar lembar, sedangkan foreign sell di angka 6,83 miliar lembar.
GOTO lagi. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk kembali bertengger di puncak daftar net buy, dengan selisih 213,06 juta lembar setelah asing memborong 233,86 juta dan melepas hanya 20,79 juta. Volume perdagangan asingnya memang tampak melambat, tapi posisi teratas itu sendiri sudah bicara banyak. Selera asing terhadap saham ini belum betul-betul padam.
Di belakang GOTO, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mengantongi net buy 89,31 juta lembar dari total volume perdagangan asing 213,36 juta lembar. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) menyusul dengan net buy 61,50 juta lembar setelah asing memborong 312,23 juta saham dan melepas 250,72 juta. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) meraup net buy 54,04 juta lembar, sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menutup lima besar dengan selisih 44,98 juta lembar.
Di sisi jual, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) jadi yang paling banyak dihajar asing, dengan net sell 142,28 juta lembar. PT Chandra Asia Pacific Tbk (TPIA) menyumbang net sell 136,66 juta lembar, disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang tergerus 121,94 juta lembar. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melengkapi lima besar net sell dengan masing-masing 86,36 juta dan 77,46 juta lembar.
Penyusutan volume perdagangan asing hari ini bisa dibaca dua arah, kalau data ini bisa dipercaya sepenuhnya. Bisa jadi pelaku asing sedang wait and see pasca libur panjang. Atau memang ada pengurangan eksposur bertahap yang diam-diam sedang berlangsung. Tekanan jual masih ada. Tapi skalanya, setidaknya untuk hari ini, jauh lebih jinak dari Jumat lalu.