SABTU, 17 OKTOBER 2026

Home  ›  Bisnis  ›  ASII Kantongi Restu Buyback Rp 8 Triliun dari Peme...

Bisnis

ASII Kantongi Restu Buyback Rp 8 Triliun dari Pemegang Saham

PT Astra International Tbk (ASII) resmi mendapat persetujuan pemegang saham untuk buyback senilai Rp 8 triliun, sekaligus menyiapkan program saham manajemen dalam satu RUPSLB.

Gelar Buyback Saham, ASII Siapkan Dana Rp 8 Triliun

Pemegang saham PT Astra International Tbk (ASII) memberi lampu hijau untuk pembelian kembali saham senilai Rp 8 triliun, keputusan yang diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Jumat (17/7). Angka yang tidak main-main, bahkan untuk ukuran konglomerat sebesar Astra.

Agaknya ini bukan sekadar sinyal kosong. Di tengah pasar yang masih bergejolak sepanjang paruh pertama 2026, langkah ini bisa dibaca sebagai pernyataan manajemen bahwa harga saham ASII saat ini dianggap undervalue, atau setidaknya layak untuk dijaga levelnya.

RUPSLB yang sama juga memberikan restu atas program saham manajemen, skema yang lazim dipakai emiten untuk mengikat eksekutif kunci supaya tetap punya kepentingan langsung terhadap kinerja saham. Dua keputusan dalam satu rapat, satu pesan: manajemen ingin memperkuat kepercayaan pasar.

ASII sendiri belakangan kena tampar tekanan yang tidak ringan. Segmen otomotif, tulang punggung pendapatan grup selama ini, terjepit antara suku bunga tinggi dan daya beli yang belum pulih penuh. Bisa jadi buyback ini cara Astra menjaga sentimen investor sambil menunggu kondisi makro berbalik arah. Pertanyaannya, berapa lama tren ini bertahan?

Dari sisi aksi korporasi, ASII bukan sendirian. PT United Tractors Tbk (UNTR), yang juga bernaung di bawah grup Astra, sudah lebih dulu mengumumkan buyback senilai Rp 2 triliun. Tren buyback di kalangan emiten blue chip memang sedang ramai, entah kebetulan atau tidak, momentumnya berdekatan dengan periode window dressing menjelang akhir semester.

Rp 8 triliun. Sebagai gambaran, angka itu cukup untuk menyerap saham beredar dalam jumlah yang cukup material, tergantung pada harga eksekusi dan rentang waktu pelaksanaannya. Pelaku pasar kini menantikan detail teknis program ini, termasuk batas harga dan jangka waktu buyback yang akan diumumkan manajemen.