JUMAT, 18 SEPTEMBER 2026

Home  ›  Tekno  ›  Apple Kuasai 23% Pasar Smartwatch Global, Samsung...

Tekno

Apple Kuasai 23% Pasar Smartwatch Global, Samsung Terpeleset ke 5%

Data Counterpoint Research untuk Q1 2026 memperlihatkan Apple makin kokoh memimpin pasar smartwatch dunia, sementara Samsung kehilangan momentum di tengah gempuran merek Tiongkok.

Global Smartwatch Shipments in 2024: Market Declines for First Time, China Leads for First Time

Pengiriman smartwatch global tumbuh 4% secara tahunan di kuartal pertama 2026, dan yang paling diuntungkan dari momentum ini jelas Apple. Bukan Samsung.

Data terbaru Counterpoint Research menempatkan Apple di puncak dengan pangsa 23% dari total pengiriman smartwatch global pada Q1 2026. Amerika Utara menyumbang lebih dari separuh angka itu. Yang menarik, Eropa dan Tiongkok justru mencatat laju pertumbuhan tercepat untuk merek tersebut, agaknya di luar perkiraan banyak analis. Apple Watch SE 3 disebut berhasil menjaring segmen pembeli baru lewat peningkatan fitur kesehatan yang cukup mencolok, lebih efektif dari yang semula dibayangkan.

Sementara itu Samsung justru tergelincir. Pangsa pasar raksasa Korea Selatan itu amblas dari sekitar 7% menjadi hanya 5%. Cukup menyengat untuk merek yang selama ini dianggap penantang serius Apple di kategori wearable. Tekanan datang dari dua arah sekaligus: Apple di segmen premium, pemain Tiongkok di segmen yang lebih terjangkau.

Di Tiongkok, pasar smartwatch melonjak 15% YoY pada periode yang sama. Huawei mendominasi dengan 40% pangsa pasar lokal, diikuti Imoo dan Xiaomi. Subsidi elektronik pemerintah Tiongkok berkontribusi besar, dan merek-merek domestik jelas yang paling menikmati hasilnya. Bagi Samsung, kondisi ini berarti ruang gerak yang kian sempit di pasar yang dulu masih bisa mereka pertahankan.

Satu angka lain patut dicermati. ASP atau harga jual rata-rata smartwatch global naik 6% YoY. Kalau data ini bisa dipercaya sebagai sinyal tren, konsumen memang bergerak ke arah produk yang lebih premium, sensor lebih kaya, health tracking lebih tajam. Para produsen berlomba merespons dengan mempertebal portofolio wearable di segmen atas.

Samsung sebenarnya tidak tinggal diam. Galaxy Watch 9 dan Galaxy Watch Ultra 2 dijadwalkan meluncur musim panas ini, dan manajemen berharap keduanya bisa jadi titik balik. Integrasi ekosistem Galaxy yang dalam, ditambah Wear OS, masih menjadi keunggulan yang belum mudah ditiru pesaing. Pertanyaannya tetap menggantung: apakah ini cukup untuk membalikkan tren, atau sekadar evolusi inkremental yang tidak mengubah peta persaingan secara mendasar?

Apple pun tak akan berdiam diri. Lineup Apple Watch baru diperkirakan hadir September mendatang, konsisten dengan siklus tahunan mereka. Kalau Apple berhasil mempertahankan traksi di Eropa dan Tiongkok sambil mengunci dominasi di Amerika Utara, jarak antara dua merek ini bisa semakin susah dipangkas.

23% versus 5%. Dua angka yang berbicara sendiri.